Pelayanan Medis Pertamina di Pidie Jaya Tekan Lonjakan Penyakit Pascabencana

Relawan medis Pertamina Patra Niaga di Pidie Jaya. (Kanal Aceh/Randi)

Pidie Jaya (KANALACEH.COM) – Tim Medikal Pertamina Patra Niaga mencatat penurunan signifikan jumlah pasien di wilayah terdampak bencana di Kabupaten Pidie Jaya, Aceh, seiring membaiknya kondisi sanitasi, listrik, dan aktivitas warga.

Dokter Medikal Mor I Pertamina Patra Niaga Sumbagut, Irhas Tri Putra Nugroho, menyebutkan bahwa pada fase awal penugasan, keluhan warga didominasi penyakit saluran pencernaan, hipertensi, hingga penyakit kulit akibat buruknya sanitasi.

“Keluhan terbanyak di awal itu mencret, termasuk disentri. Kemudian hipertensi karena banyak warga putus obat, dan penyakit kulit karena sanitasi yang belum memadai sebelum ada air bersih,” ujar Irhas saat ditemui di lokasi layanan kesehatan di Masjid Taqwa, Pidie Jaya, Kamis, 8 Januari 2026.

Baca: Relawan Pertamina Patra Niaga Dampingi Pemulihan Trauma Anak di Pidie Jaya

Menurutnya, upaya Pertamina Patra Niaga dalam menyediakan akses air bersih, listrik, hingga jaringan internet berkontribusi besar terhadap pemulihan kondisi kesehatan masyarakat.

“Alhamdulillah sekarang Pertamina Patra Niaga terus berusaha menghadirkan sanitasi air bersih, listrik, dan jaringan WiFi. Warga juga sudah mulai bangkit,” katanya.

Irhas menjelaskan, jumlah pasien yang semula mencapai 60 hingga 70 orang per hari pada pekan pertama penugasan, kini menurun drastis memasuki pekan keempat.

“Di minggu keempat ini pasien berkisar 18 sampai 30 orang. Itu penurunan yang cukup signifikan,” ujarnya.

Ia menilai penurunan tersebut sejalan dengan mulai normalnya aktivitas warga, termasuk anak-anak yang sudah kembali bersekolah.

“Warga sudah mulai beraktivitas, anak-anak juga sudah masuk sekolah, jadi kehidupan perlahan kembali berjalan,” tambahnya.

Selain layanan kesehatan gratis bagi anak-anak dan orang dewasa, Pertamina Patra Niaga juga menghadirkan program pendukung pemulihan psikososial.

“Ada pemeriksaan kesehatan, obat-obatan gratis, trauma healing, hingga nonton bareng untuk hiburan anak-anak. Kami juga membagikan buku, roti, biskuit, dan makanan lainnya,” jelas Irhas.

Related posts