Bener Meriah (KANALACEH.COM) – Bencana banjir bandang yang melanda Kabupaten Bener Meriah menimbulkan dampak besar terhadap sektor pertanian, hingga infrastruktur.
Data diperoleh Pos Komando Penanganan Bencana Aceh, kerusakan terparah terjadi pada kebun kopi dengan luas terdampak mencapai 445,583 hektare.
Juru Bicara Pos Komando Penanganan Bencana Aceh, Murthalamuddin, mengatakan kebun kopi menjadi sektor paling terdampak karena sebagian besar wilayah Bener Meriah merupakan sentra produksi kopi Gayo. Kerusakan kebun kopi tersebar di delapan kecamatan.
Baca: 12.638 Hektare Kebun Kopi di Aceh Tengah Rusak Akibat Bencana Ekologis
“Kerusakan kebun kopi cukup mendominasi dampak bencana hidrometeorologi di Bener Meriah. Ini sangat berpengaruh terhadap mata pencaharian masyarakat,” kata Murthalamuddin, Jumat (9/1/2026).
Kerusakan kebun kopi terbesar berada di Kecamatan Bukit seluas 198,179 hektare, Mesidah 122,147 hektare, Wih Pesam: 76,700 hektare, Permata: 36,650 hektare, Gajah Putih: 8,469 hektare, Bener Kelipah: 1,750 hektare, Bandar: 1,563 hektare, dan Timang Gajah: 0,125 hektare. Sementara di Pintu Rime Gayo dan Syiah Utama tidak ada kebun kopi terdampak.
Selain kopi, bencana juga mengakibatkan kerusakan lahan pertanian lainnya. Tercatat sawah rusak seluas 68,732 hektare, perkebunan 214,270 hektare di Kecamatan Syiah Utama, serta kolam masyarakat 2,505 hektare. Secara keseluruhan, total kerusakan lahan mencapai 731,089 hektare
Tak hanya sektor pertanian, bencana yang terjadi Rabu 26 November 2025 juga merusak berbagai fasilitas umum dan infrastruktur. Sebanyak 166 jembatan rusak, 81 ruas jalan terdampak, serta 61 titik longsor dan 27 lokasi banjir tercatat di berbagai wilayah. Selain itu, 1.797 rumah warga mengalami kerusakan, baik rusak berat, sedang, maupun ringan.
Dari sisi korban, 31 orang dilaporkan meninggal dunia, 14 orang hilang, dan 5 orang mengalami luka-luka. Jumlah warga terdampak secara keseluruhan mencapai 183.043 jiwa yang tersebar di 10 kecamatan dan 232 desa. Sebagian warga terpaksa mengungsi, dengan 2.116 jiwa berada di pengungsian terpusat dan 2.452 jiwa mengungsi secara mandiri.






