Aceh Tamiang (KANALACEH.COM) – Upaya percepatan pemulihan pascabencana terus dilakukan di sejumlah wilayah Sumatera, khususnya Kabupaten Aceh Tamiang.
Salah satu langkah konkret diwujudkan melalui penyerahan 600 unit Rumah Hunian Sementara (Huntara) oleh Danantara Indonesia kepada Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang.
Serah terima Huntara tersebut dilakukan pada Kamis (8/1) sebagai bagian dari dukungan terhadap pemulihan masyarakat terdampak bencana di wilayah Aceh dan Sumatera Utara.
Dengan penyerahan ini, hunian sementara dinyatakan siap digunakan dan selanjutnya akan dikelola oleh Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang, termasuk penetapan penerima manfaat serta proses distribusi dan penempatan warga.
Dalam program tersebut, PT Adhi Karya (Persero) Tbk (ADHI) turut berkontribusi dengan membangun 80 unit Huntara di Aceh Tamiang. Penyerahan unit hunian hasil pembangunan ADHI dilakukan secara bertahap mulai 8 Januari 2026.
Pembangunan Huntara dilaksanakan secara cepat dan terukur sebagai bentuk kolaborasi antara Danantara Indonesia, Badan Pengelola (BP) BUMN, dan pemerintah daerah untuk menjawab kebutuhan mendesak masyarakat terdampak bencana.
Direktur Utama ADHI Karya, Moeharmein Zein Chaniago, menegaskan komitmen perseroan dalam mendukung penanganan darurat pascabencana.
“ADHI Karya berkomitmen memberikan kontribusi langsung melalui kolaborasi dengan para pemangku kepentingan strategis, khususnya dalam penyediaan hunian sementara yang aman, layak, dan segera dapat dimanfaatkan masyarakat. Pembangunan Huntara di Aceh Tamiang kami laksanakan secara cepat dan terukur agar warga terdampak dapat kembali beraktivitas,” ujarnya.
Huntara yang dibangun telah memenuhi standar kelayakan hunian darurat. Setiap unit dilengkapi struktur bangunan yang aman, akses air bersih, sanitasi memadai, serta dukungan listrik dan layanan kesehatan.
Pembangunan juga mempertimbangkan aspek sosial masyarakat dengan menyediakan fasilitas pendukung seperti klinik, taman bermain, akses internet, serta listrik tanpa biaya.
Secara keseluruhan, sebanyak 600 unit Huntara yang diserahkan di Aceh Tamiang didukung oleh 120 unit toilet, 14 fasilitas komunal, serta berbagai fasilitas umum lainnya, seperti toilet umum, musala, dan dapur.
Seluruh fasilitas tersebut dirancang untuk menunjang kenyamanan, kesehatan, dan keberlangsungan aktivitas masyarakat selama masa transisi pascabencana.
Ke depan, Danantara Indonesia menargetkan pembangunan hingga 15.000 unit hunian sementara di berbagai wilayah terdampak bencana dalam beberapa bulan mendatang.
Melalui kolaborasi lintas BUMN dan pemerintah daerah, Huntara diharapkan menjadi solusi hunian sementara yang aman dan layak, sekaligus jembatan menuju hunian permanen serta pemulihan sosial dan ekonomi masyarakat secara bertahap.






