(KANALACEH.COM) – PT Adhi Karya (Persero) Tbk (ADHI) menegaskan komitmennya dalam mendukung tanggap darurat sekaligus mempercepat pemulihan pascabencana di Aceh melalui kegiatan Management Walkthrough yang dilakukan jajaran manajemen perusahaan.
Kegiatan ini dipimpin Komisaris Utama ADHI Dody Usodo Hargo Suseno bersama Direktur Operasi III ADHI Vera Kirana, didampingi General Manager QHSE ADHI Yang Gisella Yulialistika.
Dalam kunjungan tersebut, manajemen ADHI meninjau langsung Jembatan Bailey Krueng Tingkeum yang telah difungsionalkan untuk mendukung konektivitas masyarakat pascabencana.
Keberadaan jembatan ini dinilai krusial karena membuka kembali jalur nasional Aceh–Medan, memperlancar distribusi logistik, serta menunjang mobilitas warga pada fase tanggap darurat dan pemulihan awal.
Selain itu, manajemen ADHI juga memantau rencana pembangunan jembatan permanen baru di sisi Jembatan Krueng Tingkeum.
“Infrastruktur permanen tersebut disiapkan sebagai solusi jangka panjang guna memperkuat konektivitas wilayah, meningkatkan ketahanan infrastruktur, serta mendorong pemulihan ekonomi masyarakat terdampak,” kata Komisaris Utama ADHI, Dody Usodo Hargo Suseno dalam keterangannya, Kamis, 15 Januari 2026.
Rangkaian Management Walkthrough turut mencakup peninjauan pembangunan Jembatan Krueng Meureudu.
Melalui pengawasan langsung di lapangan, ADHI memastikan seluruh tahapan pekerjaan berjalan sesuai standar mutu serta penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), sebagai bagian dari komitmen perusahaan dalam menghadirkan infrastruktur yang aman, berkualitas, dan berkelanjutan.
Tidak hanya fokus pada pembangunan fisik, ADHI juga menunjukkan kepedulian sosial dengan menyalurkan bantuan sembako kepada warga di sekitar wilayah Krueng Meredu. Bantuan tersebut diharapkan dapat membantu meringankan kebutuhan masyarakat selama proses pemulihan pascabencana.
Melalui kegiatan ini, ADHI menegaskan bahwa dukungan pemulihan pascabencana tidak hanya diwujudkan melalui percepatan pembangunan infrastruktur, tetapi juga melalui pengawasan mutu pekerjaan, penerapan K3 yang ketat, serta penguatan solidaritas sosial bagi masyarakat di wilayah terdampak.
