Banda Aceh (KANALACEH.COM) – Pemilik Kotty Kosmetik, Hendry Howard, mengaku menjadi korban dugaan pembobolan rekening BCA Bisnis yang mengakibatkan saldo rekeningnya raib hingga Rp1,25 miliar, meski tidak pernah melakukan transaksi apa pun.
Melalui kuasa hukumnya, Erlanda Juliansyah Putra, Hendry menyatakan kejadian itu baru diketahui saat kliennya mencoba mengakses akun BCA Bisnis miliknya, namun akun tersebut justru terblokir secara otomatis.
“Klien kami mencoba masuk ke akun BCA Bisnis, tetapi akun terblokir. Setelah dilakukan pembukaan blokir, klien kami terkejut karena saldo di rekeningnya telah raib sekitar Rp1,2 miliar,” kata Erlanda kepada wartawan, Senin, 26 Januari 2026.
Erlanda menjelaskan, setelah dilakukan penelusuran, diketahui bahwa rekening BCA Bisnis milik kliennya telah melakukan lima kali transaksi transfer, masing-masing senilai Rp250 juta, ke sejumlah rekening yang tidak dikenal oleh kliennya.
Peristiwa tersebut diketahui terjadi pada malam Tahun Baru, sehingga pada malam yang sama Hendry langsung melaporkan kasus ini ke Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Polda Sumut), mengingat saat itu kliennya berada di wilayah tersebut.
Tak hanya ke kepolisian, pihaknya juga telah melaporkan kejadian ini ke Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sumatera Utara dan meminta pihak Bank Central Asia (BCA) memberikan klarifikasi atas raibnya dana milik kliennya.
“Kami sudah membuat laporan ke OJK Sumatera Utara dan meminta BCA memberikan penjelasan. Namun hingga saat ini belum ada kejelasan atas laporan tersebut,” ujarnya.
Erlanda menambahkan, sebagian besar dana tersebut ditransfer ke rekening bank lain, terutama Bank BRI, tanpa sepengetahuan dan persetujuan kliennya.
Menurutnya, menjadi tanda tanya besar bagaimana transaksi bernilai ratusan juta rupiah bisa terjadi setelah akun BCA Bisnis terblokir, sementara kliennya sama sekali tidak melakukan aktivitas transaksi.
“Kami mempertanyakan bagaimana mungkin dana klien kami bisa terkuras begitu saja, padahal klien kami tidak pernah melakukan transaksi apa pun,” tegasnya.
Lebih lanjut, Erlanda menyebut bahwa kasus serupa tidak hanya dialami oleh kliennya. Ia mengklaim terdapat banyak nasabah BCA Bisnis lainnya yang juga menjadi korban kehilangan dana dengan nilai miliaran rupiah, yang terjadi dalam rentang waktu Desember hingga Januari.
“BCA seharusnya bertanggung jawab atas kejadian ini. Sebagai penyedia jasa keuangan, BCA wajib memberikan rasa aman dan perlindungan kepada para nasabahnya,” kata Erlanda.
