Banda Aceh (KANALACEH.COM) – Pemerintah memastikan bantuan biaya bagi korban bencana yang rumahnya rusak akan cair sebelum bulan Ramadan tahun ini.
Dana tersebut ditujukan untuk pengungsi dengan kategori rumah rusak ringan hingga sedang di sejumlah daerah terdampak seperti Aceh, Sumatera Utara dan Sumatera Barat.
Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian mengatakan bantuan tersebut merupakan instruksi langsung Presiden dan telah ditindaklanjuti oleh Kementerian Keuangan dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).
“Untuk pengungsi, yang paling utama itu rumah rusak ringan dan sedang. Yang ringan dibantu Rp15 juta, yang sedang Rp30 juta. Jumlahnya besar, total sekitar 70 ribu penerima,” kata Tito usai menggelar rapat koordinasi dengan MPR RI dan Pemerintah Aceh di Kantor Gubernur Aceh, Selasa (10/2).
Menurut Tito, anggaran bantuan tersebut langsung ditransfer Kementerian Keuangan ke BNPB sehari setelah perintah Presiden dikeluarkan.
“Hari Senin perintah Pak Presiden, hari Selasa Menteri Keuangan langsung transfer ke BNPB. Total anggaran untuk kebutuhan BNPB mencapai Rp4,7 triliun,” ujarnya.
Ia menjelaskan penyaluran bantuan akan dilakukan serentak di Sumatera Barat, Sumatera Utara, dan Aceh. Dari hasil verifikasi Badan Pusat Statistik (BPS), sekitar 25 ribu kepala keluarga akan menerima bantuan pada tahap awal.
“Yang sudah diverifikasi BPS, kurang lebih 25 ribu akan diberikan. Dengan begitu, sebagian besar pengungsi bisa mulai beres-beres rumah karena sudah punya pegangan,” jelas Tito.
Selain bantuan perbaikan rumah, pemerintah juga menyalurkan bantuan bagi pengungsi yang tidak memilih tinggal di hunian sementara (huntara). Mereka diberikan bantuan biaya sewa atau tinggal di rumah keluarga.
“Mereka boleh tinggal di rumah keluarga atau mengontrak. Bantuan sebesar Rp1,8 juta untuk tiga bulan. Ini juga akan dieksekusi oleh BNPB karena anggarannya sudah tersedia,” kata Tito.
Ia berharap seluruh skema bantuan tersebut dapat mengurangi jumlah pengungsi secara signifikan dalam waktu dekat.
“Mudah-mudahan dengan langkah ini, pengungsian akan jauh berkurang. Sebelum puasa diharapkan sudah bisa diselesaikan. Insyaallah bantuan itu cair sebelum Ramadan,” pungkasnya.
