Akses Jalan di Tamiang Belum Pulih, Guru Rela Menyebrang Sungai Pakai Tali

dampak bencana ekologis di Aceh Tamiang. (dok. Humas Kemenag Aceh Besar)

(KANALACEH.COM) – Akses pendidikan di Aceh Tamiang, Provinsi Aceh belum pulih sepenuhnya. Hal ini merupakan dampak dari bencana banjir Sumatra yang menimpa Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatera Barat  pada akhir November 2025.

“Sekolah kita banyak yang aksesnya terputus karena misalnya jembatan terputus atau jalannya kena longsor sehingga tidak bisa dilalui siswa maupun guru,” kata Sekretariat Nasional Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB) Kemendikdasmen, Jamjam Muzaki seperti dilansir laman Medcom, Senin, Februari 2026.

Muzaki mengatakan di Aceh Tamiang masih ada sejumlah jembatan yang belum tersambung. Hal itu membuat para guru harus menyeberangi sungai dengan bantuan tali untuk pergi dan pulang dari sekolah.

“Dengan menggunakan sling gitu ya, jadi kayak tambang gitu, menggunakan sling saja,” beber dia.

Pihaknya juga terus berupaya agar akses jalan bisa pulih. Termasuk. memberikan pendampingan sosial kepada warga sekolah yang terdampak.

“Jadi guru dan siswanya banyak yang jadi korban. Kalau di bencana ini kan ada yang meninggal, ada yang hilang, ada yang luka-luka dirawat, rumahnya rusak, mengungsi, dan sebagainya,” ujar dia.

Muzaki menyebut pihaknya sudah mendirikan tenda darurat untuk menggelar kegiatan belajar mengajar. Setidaknya, ada 168 tenda yang sudah disalurkan untuk membantu akses pendidikan secara darurat,

“Kami sudah distribusi sekitar 168 tenda dan mungkin saat ini masih ada banyak sekolah yang ada di tenda gitu ya. Juga ada 44 sekolah yang kita bangunkan ruang kelas darurat jadi semi permanen untuk sementara sampai proses pemulihan berjalan,” jelas dia.

Related posts