Aceh Timur (KANALACEH.COM) – Sebanyak 373 kepala keluarga (KK) atau 1.259 jiwa penyintas banjir di Kabupaten Aceh Timur, Provinsi Aceh, masih mengungsi hingga Jumat, 27 Maret 2026.
Mereka tersebar di dua kecamatan, sembilan desa, dan 13 titik pengungsian. Kondisi itu membaik dibanding bulan lalu.
Pada Februari, jumlah pengungsi lebih dari 2.000 jiwa. Mereka mengungsi di tenda pengungsian, sekolah, dan kantor desa.
Bupati Aceh Timur, Iskandar Usman Al-Farlaky menyebutkan, jumlah pengungsi tersisa di dua kecamatan yaitu Kecamatan Pante Bidari dan Kecamatan Serbajadi.
“Untuk Kecamatan Serbajadi mengungsi di kantor geuchik (kepala desa), sekolah dan sebagian bangunan milik desa. Sementara untuk di Kecamatan Pante Bidari masih di tenda dan sebagian sudah ke Huntara yang belum selesai,” tutur Al-Farlaky.
Dia merincikan, untuk Kecamatan Pantee Bidari pengungsi berada di Desa Sah Raja, sebanyak 152 jiwa. Sebanyak 51 jiwa di Desa Sijudo mengungsi di tenda mandiri.
Dia merincikan, untuk Kecamatan Pantee Bidari pengungsi berada di Desa Sah Raja, sebanyak 152 jiwa. Sebanyak 51 jiwa di Desa Sijudo mengungsi di tenda mandiri.
Desa Pante panah sebanyak empat jiwa, Desa Blang Seunong sebanyak 360 jiwa, dan Desa Pante Labu sebanyak 68 jiwa.
Sedangkan di Kecamatan Serbajadi pengungsi berada di Desa Lokop sebanyak 20 jiwa, Desa Sunti 256 jiwa, Desa Umah Taring sebanyak 50 jiwa, dan Desa Ujong Karang sebanyak 52 jiwa.
Selain itu, untuk data rumah rusak, Aceh Timur mengusulkan 25.918 unit, dengan rincian rusak ringan sebanyak 16.590 unit, rusak sedang 5.484 unit, rusak berat 3.844 unit.
“Data rumah yang telah diverifikasi BNPB sebanyak 7.293 unit dengan rincian rumah rusak ringan 2.500 unit, rusak sedang 2.362 unit, rusak berat 2.431 unit. Data lainnya setelah disanggah oleh masyarakat kita usulkan lagi ke BNPB,” pungkasnya. [kompas]






