Kabel Instalasi Listrik Dua Rumah di Lamreh Ludes Digasak Maling

Ilustrasi.

Aceh Besar (KANALACEH.COM) – Kabel instalasi listrik pada dua rumah di Gampong Lamreh, Siem, Kecamatan Darussalam, Aceh Besar ludes digasak maling.

Kecurian kabel listrik di dua rumah milik warga setempat tersebut hanya berselang sepuluh hari. Rumah pertama yakni milik Indra Budiman di Dusun Lambileh dicuri pada Jumat 19 Maret 2026.

Rumah kedua milik Juli Amin di Dusun Lam U digasak maling pada Senin 30 Maret 2026. Aksi maling itu diduga dilakukan menjelang subuh. Jarak antara rumah pertama dan kedua ini hanya sekitar 200 meter.

“Tadi pagi saya dapat kabar dari tetangga, kabel listrik rumah saya sudah dicuri,” kata Juli Amin, salah satu pemilik rumah yang kabel listriknya dicuri, Senin 30 Maret 2026.

Juli Amin mengatakan, istalasi listrik di rumahnya itu baru dipasang sekitar dua bulan lalu, meteran listrik belum ada karena rumah masih tahap pembanungan dan baru siap plaster dinding, tukang juga masih bekerja hingga sekarang.

Juli Amin menambahkan, sebelum maling menggasak kabel listrik di rumahnya, maling lebih dahulu mencuri kabel listrik di rumah milik Indra Budiman yang tidak lain adalah adik iparnya (adik dari istri).

“Saya sama adik istri saya, memang sama-sama lagi bangun rumah dan dalam tahapan yang sama. Baru siap plasteran dinding dan pasang instalasi linstrik. Untuk instalasi listrik dipasang tukang yang sama. Hanya beda waktu saja, dia (Indra) lebih duluan satu bulan. Ini dua-duanya juga sudah dicuri,” katanya.

Juli menceritakan,  maling kabel listrik yang menggasak rumahnya dan rumah adiknya itu terbilang profesional.

Pelaku lebih dahulu membuka atau memotong sambungan kabel di persimpangan pipa di atas lalu menarik kabel dari dalam pipa di lubang saklar di dinding rumah. Begitu seterusnya hingga semua kabel pada setiap lubang saklar habis.

Menurutnya, maling di Gampong Lamreh, Siem, Aceh Besar akhir-akhir ini memang terbilang marak dan nekat. Kabel listrik yang sudah terpasang dan dibalut pipa saja berani digasak.

Sebagian warga lain juga ada yang kehilangan mesing sanyo, jaket di jemuran, ayam, bebek dan lainnya. Namun dari sekian yang sudah kehilangan belum ada yang melaporkan kejadian ke polisi.

“Mungkin beranggapan polisi akan susah merespons karena nilai kehilangan yang tidak begitu besar walau merugikan. Hingga saat ini saya sendiri juga belum lapor ke polisi,” ujarnya.

Anehnya lagi, ujar Juli, dari sejumlah kehilangan yang telah terjadi, perangkat gampong seperti setempat tidak ambil pusing. Tidak ada upaya atau langkah untuk antisipasi atas kehilangan dan kerugian warga.

“Tidak ada upaya, misal dengan memberlakukan jam malam seperti sebelum-sebelumnya,” ujarnya.

Sebelumnya, kata Juli, pemilik pangkalan gas elpiji (subsidi) di Gampong Lamreh juga telah melarikan diri dengan membawa sejumlah tabung gas 3 kg  milik warga dan uang pembelian dari warga, namun tidak ada langkah-langkah dari perangkat atas kerugian warga tersebut.

“Saya sebagai warga setempat melihat, seperti tidak ada respons  dari perangkat dari sejumlah kejadian di gampong itu. Saya berharap kemalingan di rumah saya hari ini menjadi yang terakhir di Gampong Lamreh, Siem,” harapnya.

Related posts