Aceh Tengah (KANALACEH.COM) – Banjir bandang dan tanah longsor melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Aceh Tengah pada Jumat (10/4) sekitar pukul 17.00 WIB. Bencana ini dipicu oleh hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur kawasan tersebut sejak 8 April 2026.
Sejumlah kecamatan terdampak antara lain Kecamatan Ketol, Kecamatan Rusip Antara, Kecamatan Linge, Kecamatan Bebesen, dan Kecamatan Lut Tawar.
Berdasarkan laporan Pusdalops PB BPBD setempat, hujan berkepanjangan menyebabkan banjir bandang disertai longsor susulan yang merusak sejumlah infrastruktur vital, termasuk akses jalan dan jembatan.
Informasi yang diterima dari BPBA, material longsor dilaporkan menutup sejumlah ruas jalan provinsi di sekitar Danau Laut Tawar, seperti jalur Takengon Bintang, Mendale–Bintang, dan Bintang–Simpang Kraft. Selain itu, beberapa badan jalan mengalami amblas sehingga tidak dapat dilalui.
Akses jalan nasional menuju Aceh Tengah juga sempat lumpuh, di antaranya ruas Takengon–Bireuen, Takengon–Ise-ise (batas Gayo Lues), serta Pameu–Genting Gerbang.
Tak hanya itu, bencana ini menyebabkan empat desa di Kecamatan Ketol terisolasi akibat terputusnya akses transportasi.
Sejumlah jembatan dilaporkan rusak, termasuk jembatan di Desa Burlah (Ketol), jembatan apung di Desa Reje Payung (Linge), serta beberapa jembatan darurat di wilayah Rusip Antara.
Banjir juga merendam rumah warga di beberapa desa, antara lain Paya Tumpi, Mongal, Simpang IV Bebesen, Asir-asir, Toweren, Rawe, dan Linung Bulen I.
Hingga saat ini, belum ada laporan korban jiwa maupun pengungsi. Namun, jumlah warga terdampak masih dalam proses pendataan.
BPBD Aceh Tengah telah mengerahkan tim reaksi cepat (TRC PB) ke lokasi untuk melakukan pendataan dan penanganan darurat. Sebanyak empat unit alat berat juga diterjunkan guna membersihkan material longsor, melakukan normalisasi sungai, serta membangun jembatan darurat.
Per Sabtu pagi, ruas jalan Bintang–Simpang Kraft dilaporkan sudah kembali normal. Sementara itu, penanganan terhadap dua jembatan yang hanyut dan ambruk masih berlangsung dengan proses mobilisasi alat berat.
Pihak BPBD mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi bencana susulan, mengingat kondisi cuaca yang masih berpotensi hujan di wilayah tersebut.






