Banda Aceh (KANALACEH.COM) – Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry Banda Aceh mencatatkan prestasi membanggakan dalam kancah akademik internasional. Kampus ini resmi menempati peringkat pertama nasional dalam bidang riset berdasarkan rilis Scimago Institutions Rankings (SIR) tahun 2026.
Dalam pemeringkatan tersebut, UIN Ar-Raniry berhasil menembus posisi ke-818 dunia. Capaian ini menempatkan institusi tersebut di posisi teratas nasional, melampaui sejumlah universitas ternama lainnya.
Berdasarkan data SIR 2026, UIN Ar-Raniry mengungguli Universitas Indonesia yang berada di peringkat kedua nasional (posisi ke-956 dunia) dan Universitas Gadjah Mada di peringkat ketiga nasional (posisi ke-1.372 dunia).
Selain itu, deretan perguruan tinggi lain yang masuk dalam 10 besar nasional di antaranya Institut Pertanian Bogor, Universitas Negeri Padang, Universitas Airlangga, serta Universitas Syiah Kuala.
Prestasi ini didapat UIN Ar-Raniry setelah memenuhi tiga indikator utama penilaian SIR, yakni kinerja riset, inovasi, serta dampak sosial yang diukur melalui visibilitas web. Dengan capaian ini, UIN Ar-Raniry juga berhasil masuk ke dalam kuartil pertama (Q1), yang merupakan kategori tertinggi dalam sistem penilaian Scimago.
Keberhasilan ini disambut antusias oleh kalangan mahasiswa, termasuk kelompok Mahasiswa Aceh Besar di lingkungan kampus tersebut. Ketua Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Polhukam) Mahasiswa Aceh Besar UIN Ar-Raniry, Muhammad Afif Irvandi El Tahiry menilai, peringkat ini merupakan buah dari kerja kolektif yang panjang.
“Ini tentu menjadi kebanggaan bersama. UIN Ar-Raniry telah menunjukkan bahwa kampus di daerah juga mampu bersaing dan bahkan unggul di tingkat nasional,” ujar Afif dalam keterangannya, Senin, 20 April 2026.
Meski demikian, ia mengingatkan agar capaian prestisius ini tidak hanya berhenti sebagai angka statistik. Ia menekankan pentingnya hilirisasi riset agar hasil penelitian yang dihasilkan dapat memberikan manfaat nyata bagi persoalan yang dihadapi masyarakat.
“Peringkat ini adalah awal yang baik. Yang perlu kita jaga adalah semangatnya—agar ilmu yang lahir dari kampus benar-benar hadir untuk menjawab kebutuhan masyarakat,” tegasnya.
Ia juga mengajak seluruh mahasiswa untuk terus memupuk budaya akademik dengan aktif terlibat dalam riset dan pengembangan ilmu pengetahuan. Baginya, mahasiswa memiliki peran krusial dalam menjaga keberlanjutan prestasi kampus di masa depan.
“Mahasiswa tidak hanya belajar, tetapi juga perlu mencoba, meneliti, dan berkontribusi. Dari situlah budaya akademik yang kuat akan tumbuh,” pungkasnya.






