Pidie Jaya (KANALACEH.COM) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pidie Jaya mendesak pemerintah pusat segera mempercepat normalisasi sungai menyusul kondisi aliran air yang kian mengkhawatirkan akibat pendangkalan.
Bupati Pidie Jaya, Sibral Malasyi, mengatakan sejumlah sungai di wilayahnya mengalami sedimentasi parah dari hulu hingga muara. Kondisi itu dinilai meningkatkan risiko banjir susulan, terutama saat curah hujan tinggi.
“Sedikit saja hujan, air langsung meluap ke permukiman warga,” kata Sibral.
Ia menegaskan, persoalan tersebut telah disampaikan langsung kepada Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian, yang juga menjabat sebagai Ketua Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Sumatera.
Menurutnya, percepatan pengerukan atau normalisasi sungai menjadi langkah mendesak guna mencegah dampak yang lebih luas bagi masyarakat.
Baca: Waswas di Tepi Sungai Krueng Meureudu
“Kita sudah meminta agar pengerukan Sungai Meureudu bisa dipercepat, supaya tidak terjadi banjir susulan saat hujan deras,” ujarnya.
Sibral mengungkapkan, terdapat tujuh sungai di Pidie Jaya yang saat ini dalam kondisi dangkal. Namun, Sungai Krueng Meureudu menjadi yang paling kritis karena kerap meluap dan merendam kawasan permukiman warga di sekitarnya.
Sebelumnya, banjir susulan sempat menerjang wilayah Pidie Jaya pada 8 April 2026. Sejumlah daerah yang berada di bantaran Sungai Krueng Meureudu kembali terendam lumpur, memperparah kondisi warga yang belum sepenuhnya pulih dari bencana sebelumnya.
Pihaknya pun berharap adanya langkah cepat dari pemerintah pusat agar risiko bencana berulang dapat ditekan, sekaligus mempercepat pemulihan wilayah terdampak.






