Banda Aceh (KANALACEH.COM) – Pemerintah Aceh mengusulkan kenaikan dana wakaf Baitul Asyi bagi jemaah haji asal Aceh pada musim haji 2026 menjadi 3.000 Riyal Saudi per orang atau Rp 13,8 juta, naik dari tahun sebelumnya sebesar 2.000 Riyal.
Wakil Gubernur Aceh Fadhlullah mengatakan pihaknya sudah menyurati nazir wakaf Baitul Asyi, Syekh Abullatif Baltou, untuk meminta penambahan nilai manfaat wakaf bagi masyarakat Aceh yang menunaikan ibadah haji.
“Kami sudah bersurat ke nazir wakaf untuk meminta dana tambahan. Tahun lalu jemaah menerima 2.000 Riyal, dan tahun ini kami mengusulkan jadi 3.000 Riyal,” kata Fadhlullah kepada wartawan di Asrama Haji Kelas 1 Aceh, Senin (4/5).
Menurut dia, keputusan final terkait besaran dana wakaf yang akan diterima jemaah Aceh dijadwalkan diumumkan pada 10 Mei mendatang.
“Yang jelas, nilainya tidak mungkin turun kecuali dalam kondisi luar biasa seperti bencana besar atau pandemi,” ujarnya.
Fadhlullah mengaku optimistis dana wakaf Baitul Asyi tetap berlanjut karena pengelolaan wakaf tersebut dinilai stabil dan berkelanjutan. Ia menyebut nazir wakaf juga memastikan manfaat wakaf bagi rakyat Aceh akan terus berjalan.
“Saya pernah bertanya langsung sampai kapan masyarakat Aceh mendapatkan dana wakaf ini. Jawabannya, selama wakaf itu ada, manfaatnya akan terus diberikan,” katanya.
Dana wakaf Baitul Asyi selama ini menjadi salah satu bentuk dukungan bersejarah bagi jemaah haji asal Aceh di Tanah Suci. Wakaf tersebut berasal dari aset wakaf Habib Bugak Al-Asyi yang dikelola untuk membantu kebutuhan masyarakat Aceh saat berhaji di Arab Saudi.
Jemaah haji Aceh kloter 1 akan mulai berangkat ke tanah suci pada 6 Mei dinihari dan mulai masuk asrama pada Selasa (5/4).
