Banda Aceh (KANALACEH.COM) – Sebanyak 37 pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) binaan mengikuti kegiatan Pendampingan Penguatan Skala Usaha bagi Produk Unggulan yang digelar Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Diskop UKM) Aceh melalui UPTD Pusat Layanan Usaha Terpadu Koperasi, Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (PLUT-KUMKM) Aceh di Rasamala Hotel Banda Aceh, Rabu (13/5/2026).
Kegiatan tersebut difokuskan pada penguatan strategi pemasaran dan cara memperkenalkan produk UMKM agar lebih dikenal masyarakat serta mampu bersaing di pasar yang lebih luas. Para peserta dibekali berbagai teknik promosi, branding produk, hingga pemanfaatan media digital untuk meningkatkan penjualan usaha.
Kepala UPTD PLUT-KUMKM Aceh, Rosti Maidar, didampingi Ketua Panitia Muhammad Ridwan, mengatakan, pelatihan tersebut merupakan upaya pemerintah membantu pelaku UMKM memahami strategi pemasaran yang tepat agar produk unggulan daerah tidak hanya dikenal di lingkungan sekitar, tetapi juga mampu menembus pasar yang lebih besar.
“Produk yang bagus harus dibarengi dengan cara promosi yang tepat. Karena itu, kegiatan ini difokuskan pada penguatan kemampuan pelaku usaha dalam memperkenalkan produk dan memperluas jaringan pemasaran,” ujar Rosti Maidar.
Menurutnya, banyak pelaku UMKM memiliki produk berkualitas, namun masih menghadapi kendala dalam memperkenalkan produk kepada konsumen. Karena itu, peserta diberikan pendampingan mengenai teknik pemasaran modern, pengemasan produk, branding usaha, hingga strategi digital marketing.
Dalam kegiatan tersebut, peserta mendapatkan materi dari pakar kewirausahaan Bilal Rekhfa Pahlevi, yang menekankan pentingnya marketing dalam perkembangan usaha.
Ia menjelaskan, pemasaran bukan sekadar menjual barang, tetapi bagaimana membuat produk dikenal, dipercaya, dan diminati masyarakat.
“Produk yang bagus tidak akan berkembang jika tidak dipromosikan dengan baik. Pelaku usaha harus aktif memperkenalkan produknya, baik secara langsung maupun melalui media digital,” kata Bilal.
Ia juga mendorong peserta memanfaatkan platform digital seperti WhatsApp Business, Facebook, Instagram, hingga marketplace seperti Shopee dan Tokopedia untuk memperluas jangkauan pasar. Menurutnya, media sosial kini menjadi sarana efektif memperkenalkan produk dengan biaya yang lebih murah dan jangkauan lebih luas.
Selain itu, peserta juga diberikan pemahaman mengenai pentingnya membangun identitas produk atau branding agar mudah dikenali konsumen. Keunggulan usaha, seperti kualitas produk, harga bersaing, pelayanan ramah, hingga kebersihan tempat usaha disebut menjadi faktor penting dalam menarik pelanggan.
Tidak hanya menerima materi, peserta juga mengikuti simulasi penyusunan strategi pemasaran dan mempresentasikan rencana promosi usaha masing-masing di hadapan kelompok pelatihan. Kegiatan itu diharapkan mampu membantu pelaku UMKM Aceh lebih percaya diri dalam memperkenalkan produknya dan meningkatkan daya saing usaha di era digital.
