Aceh Tamiang (KANALACEH.COM) – Menteri Pekerjaan Umum (PU), Dody Hanggodo menargetkan pembangunan Instalasi Pengolahan Air (IPA) Baja pada Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Karang Baru di Kabupaten Aceh Tamiang rampung pada Agustus 2026. Saat ini progres pembangunan proyek tersebut baru mencapai 30 persen.
Dalam kunjungannya ke Aceh Tamiang pada Minggu (24/5/2026), Dody meninjau langsung progres pembangunan IPA Baja berkapasitas 2×50 liter per detik (lps) guna memastikan percepatan penanganan permanen pascabencana berjalan sesuai target.
Bangunan IPA baja 2×50 lps saat ini sudah berproses. Namun, kita harus memastikan sumbernya atau intake-nya memang terjaga. Sekarang kondisi sungainya memang sedang tinggi, tapi harus dicek juga saat kondisi kering apakah debitnya masih mencukupi,” kata Dody dalam keterangan resmi, dikutip Senin (25/5/2026).
Menurut dia, keberlanjutan sumber air baku menjadi aspek penting agar sistem tetap berfungsi optimal, termasuk saat debit sungai menurun pada musim kemarau.
Turut menyoroti perubahan morfologi sungai pascabencana yang menjadi tantangan dalam perencanaan sistem air baku. “Dengan kondisi sungai yang melebar biasanya debit air juga berkurang. Jadi ini masih terus disiapkan supaya aliran air tetap bisa masuk ke instalasi pengolahan, baik yang ada di IPA beton maupun IPA baja ini,” ujarnya.
Pembangunan IPA baja tersebut merupakan bagian dari paket penanganan SPAM pascabencana di Kabupaten Aceh Utara, Aceh Tamiang, Aceh Tengah, dan Gayo Lues dengan nilai kontrak sebesar Rp 277,97 miliar.
Proyek tersebut dikerjakan oleh Balai Penataan Bangunan, Prasarana dan Kawasan Aceh, Direktorat Jenderal Cipta Karya Kementerian PU dengan kontraktor pelaksana PT Adhi Karya (Persero) Tbk.
Ruang lingkup pembangunan SPAM Karang Baru, meliputi pembangunan IPA Baja 2×50 Lps, reservoir GFS berkapasitas 1.000 meter kubik (m3), bangunan intake, bangunan pendukung compact, infrastruktur kawasan, hingga sistem pendukung seperti SCADA dan jaringan perpipaan distribusi.
Kawasan SPAM juga akan dilengkapi fasilitas pendukung, seperti sludge screw press, ruang komunal, area parkir, serta terintegrasi dengan fasilitas eksisting berupa IPA beton 100 Lps, IPA baja eksisting 2×50 Lps, dan reservoir beton 500 m3.
Dody menilai progres pembangunan masih sesuai jadwal meski terdapat sejumlah penyempurnaan teknis yang perlu ditindaklanjuti.
“Prosesnya saya pikir sudah baik, sudah sesuai dengan jadwal awalnya. Tinggal kita pastikan beberapa hal teknis, termasuk nanti pembangunan pintu air yang menyusul. Karena tantangannya sekarang menentukan titik-titik terendah dengan kondisi morfologi sungai yang sudah sangat berubah,” tuturnya.
Ia menegaskan, pembangunan SPAM Karang Baru diprioritaskan agar suplai air bersih bagi masyarakat dan fasilitas layanan publik tetap terjaga pascabencana.
“Yang paling penting minimum suplai air tidak terganggu, terutama untuk layanan dasar seperti rumah sakit. Nanti juga akan disiapkan sambungan rumah secara bertahap dengan jumlah sekitar 10.000 KK (kartu keluarga),” tegas Dody.






