Aceh Barat (KANALACEH.COM) – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Aceh Barat sejak akhir Mei hingga awal Juni 2026 telah menghanguskan sekitar 24,1 hektare lahan. Asap tebal akibat kebakaran juga dilaporkan mengganggu kesehatan masyarakat, terutama pada sistem pernapasan warga sekitar.
Berdasarkan laporan Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA), kebakaran terjadi di empat kecamatan, yakni Kecamatan Bubon, Johan Pahlawan, Arongan Lambalek, dan Meureubo. Peristiwa itu berlangsung pada 30 Mei hingga 1 Juni 2026.
Lahan terbakar terluas berada di Kecamatan Bubon yang mencakup Gampong Berawang dan Kuta Padang Layung dengan total area terdampak mencapai sekitar 20 hektare. Sementara itu, kebakaran juga terjadi di Gampong Lapang dan Seunebok, Kecamatan Johan Pahlawan seluas 1,5 hektare, Gampong Gunong Pulo, Kecamatan Arongan Lambalek seluas 1 hektare, serta Gampong Ujong Tanoh Darat, Kecamatan Meureubo seluas 1,6 hektare.
Hingga Kamis (4/6), petugas telah berhasil memadamkan seluruh titik kebakaran di Kecamatan Johan Pahlawan, Arongan Lambalek, dan Meureubo. Sementara di Kecamatan Bubon, sekitar 12 hektare atau 50 persen area yang terbakar telah berhasil ditangani.
BPBA menyebut tidak ada korban jiwa maupun pengungsi akibat kejadian tersebut. Namun, asap yang ditimbulkan dari kebakaran lahan menyebabkan sejumlah warga mengalami gangguan pernapasan.
Penyebab kebakaran hingga kini masih dalam proses penyelidikan oleh pihak terkait.
Dalam upaya penanganan, BPBD Kabupaten Aceh Barat mengerahkan dua unit kendaraan double cabin, satu unit mobil Panther pick-up, tiga unit mesin pompa air milik BPBD, serta satu unit mesin pompa air milik masyarakat gampong untuk memadamkan api di lokasi kejadian.
Proses pemadaman di lapangan menghadapi sejumlah kendala, di antaranya angin kencang yang mempercepat penyebaran api, kepulan asap tebal yang mengurangi jarak pandang petugas, serta akses menuju lokasi yang sulit dilalui kendaraan roda empat.
