Banda Aceh (KANALACEH.COM) – Video yang memperlihatkan seorang ibu bersama lima anaknya bertahan di sebuah rumah papan saat hujan deras di Desa Buket Linteung, Kecamatan Langkahan, Kabupaten Aceh Utara, viral di media sosial.
Video berdurasi sekitar 30 detik itu menyebar luas di berbagai platform dan telah ditonton ratusan ribu kali. Dalam rekaman tersebut, terlihat kondisi rumah sederhana yang ditempati keluarga penyintas banjir tersebut saat hujan mengguyur kawasan itu.
Keuchik Buket Linteung, Mansur, membenarkan peristiwa yang terekam dalam video tersebut. Ia mengatakan keluarga itu merupakan pasangan Muhammad dan Umur Aiman yang tercatat sebagai penerima Dana Tunggu Hunian (DTH) bagi korban banjir.
“Video itu direkam oleh suaminya, Muhammad, pada 8 Juni 2026. Mereka memang penyintas banjir yang sudah diusulkan menerima Dana Tunggu Hunian,” kata Mansur seperti dilansir laman Kompas, Rabu, 10 Juni 2026.
Menurut Mansur, keluarga tersebut memilih membangun tempat tinggal sederhana dari kayu di kawasan dataran rendah dibanding menempati hunian sementara (huntara) yang disediakan pemerintah.
“Mereka bangun rumah dari kayu. Kawasan itu memang dataran rendah. Mereka tidak mau tinggal di huntara dan memilih Dana Tunggu Hunian,” ujarnya.
Ia menjelaskan hingga kini bantuan DTH yang diharapkan para penyintas banjir belum diterima. Pemerintah desa telah mengusulkan data penerima dan saat ini prosesnya disebut berada di tingkat pemerintah pusat.
“Datanya sudah kami usulkan. Informasinya sekarang berada di pemerintah pusat. Kami berharap bantuan untuk seluruh penyintas banjir segera dicairkan,” katanya.
Mansur menambahkan, pemerintah desa telah berupaya membantu keluarga tersebut dengan meminjamkan sebuah hunian sementara milik warga lain agar mereka tidak lagi tinggal di rumah yang terlihat dalam video viral tersebut.
“Tadi saya sudah memberikan sedikit bantuan untuk membersihkan huntara dan biaya pindahan. Saat ini mereka sudah menempati huntara milik warga lain,” ujarnya.
Selain persoalan DTH, Mansur juga menyoroti kondisi lima unit hunian sementara di desa tersebut yang rusak akibat angin kencang dan hingga kini belum diperbaiki. Menurutnya, tim dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) sudah meninjau lokasi, namun belum ada tindak lanjut perbaikan.
“Kami berharap huntara yang rusak segera diperbaiki. Sekarang sebagian warga masih menumpang di huntara milik warga lain dan ada juga yang tinggal di rumah keluarganya,” kata Mansur.






