Bukit Lamreh Akan Dibuka Kembali, Syech Muharram: Konsepnya Masih Dirumuskan

bukit lamreh. (dok. Iqbal)

Aceh Besar (KANALACEH.COM) – Pemerintah Kabupaten Aceh Besar memastikan kawasan wisata Bukit Lamreh akan kembali dibuka untuk umum setelah konsep pengelolaannya rampung dan disepakati bersama masyarakat setempat.

Bupati Aceh Besar, Muharram Idris atau Syech Muharram mengatakan saat ini pihaknya masih merumuskan pola pengelolaan kawasan tersebut bersama perangkat gampong dan mukim agar aktivitas wisata dapat berjalan dengan lebih tertib dan aman.

Menurutnya, Bukit Lamreh selama ini bukan merupakan destinasi wisata resmi yang dikelola pemerintah. Namun, keindahan panorama alam di kawasan itu membuat banyak wisatawan tetap datang berkunjung.

Baca: Polda Aceh Tangkap Lima Pelaku Pungli di Bukit Lamreh, Satu Positif Sabu

“Sejak awal Bukit Lamreh memang tidak dibuka dan belum menjadi tempat wisata yang resmi. Tetapi karena pemandangannya indah, masyarakat tetap datang ke sana,” kata Syech Muharram kepada wartawan, Kamis, 25 Juni 2026.

Ia menjelaskan, minimnya pengawasan di kawasan tersebut membuka peluang bagi oknum tertentu untuk memanfaatkan kedatangan wisatawan demi kepentingan pribadi. Kondisi itu menjadi salah satu alasan pemerintah mengambil langkah penutupan sementara.

Karena itu, Pemerintah Kabupaten Aceh Besar bersama Satpol PP dan Dinas Pariwisata memutuskan menghentikan sementara aktivitas kunjungan wisata di Bukit Lamreh hingga konsep pengelolaan yang lebih jelas disusun.

Syech Muharram menegaskan penutupan tersebut bersifat sementara. Pemerintah berkomitmen membuka kembali kawasan itu setelah tercapai kesepakatan dengan masyarakat setempat mengenai mekanisme pengelolaan dan pengawasan.

“Ke depan, Bukit Lamreh akan dibuka kembali setelah tercapai kesepakatan dengan masyarakat setempat, baik gampong maupun mukim. Pengelolaan wisata akan dirancang agar ada pengamanan dan pengawasan yang jelas bagi setiap pengunjung,” ujarnya.

Pemerintah juga berharap tidak ada lagi praktik pemerasan terhadap wisatawan yang berkunjung ke kawasan tersebut. Jika kejadian serupa masih berulang, kata dia, penutupan sementara dapat kembali diberlakukan sebagai langkah pengamanan.

Syech Muharram mengakui pengawasan objek wisata di Aceh Besar tidak bisa hanya mengandalkan aparat Satpol PP maupun kepolisian. Luasnya wilayah Aceh Besar membuat keterlibatan masyarakat menjadi faktor penting dalam menjaga keamanan dan ketertiban kawasan wisata.

Karena itu, ia mengajak para tokoh masyarakat, perangkat gampong, dan mukim untuk bersama-sama mengambil peran dalam menciptakan lingkungan wisata yang aman dan nyaman bagi pengunjung.

Saat ini, lanjut dia, pemerintah sedang menggagas konsep pengelolaan Bukit Lamreh sebagai destinasi wisata yang lebih terpadu. Skema tersebut diharapkan dapat menjamin keamanan wisatawan sekaligus mencegah munculnya praktik-praktik yang merugikan pengunjung.

“Bagaimana caranya supaya lokasi itu tetap bisa menjadi tempat wisata, tetapi wisata yang terpadu dan dijaga secara bersama-sama, itu yang sedang kita rumuskan,” katanya.

Related posts