Banda Aceh (KANALACEH.COM) – Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi Aceh Azhari menegaskan pelaksanaan Masa Ta’aruf Madrasah (Matamuda) di seluruh madrasah harus berlangsung ramah anak dan bebas dari praktik perpeloncoan, perundungan hingga segala bentuk kekerasan.
Hal itu disampaikan Azhari saat meninjau pelaksanaan Matamuda di MTsN 1 Banda Aceh, Senin (13/7). Kegiatan tersebut turut dihadiri Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh M. Nasir.
Dalam kunjungan itu, Azhari dan M. Nasir menyaksikan penandatanganan Pakta Integritas Komitmen Bersama Pelaksanaan Kurikulum Berbasis Cinta. Penandatanganan tersebut menjadi bentuk komitmen madrasah untuk menghadirkan lingkungan pendidikan yang aman, inklusif, dan berkarakter.
Azhari mengatakan Matamuda bukan sekadar kegiatan penyambutan murid baru. Menurutnya, kegiatan tersebut harus menjadi momentum bagi madrasah untuk mengenali karakter, minat, bakat, dan potensi setiap peserta didik sejak awal tahun ajaran.
“Tahun ini, madrasah didorong menjadikan Matamuda sebagai langkah awal untuk mengenali karakter, minat, dan potensi setiap peserta didik. Dengan mengenali kekuatan mereka sejak awal, proses pembinaan karakter, akademik, maupun prestasi dapat dilakukan secara lebih tepat dan berkelanjutan,” kata Azhari.
Ia meminta seluruh madrasah di Aceh memastikan pelaksanaan Matamuda berlangsung secara edukatif dan ramah anak. Praktik perpeloncoan, perundungan, maupun segala bentuk kekerasan tidak boleh terjadi selama kegiatan berlangsung.
“Kita ingin setiap anak merasa aman, nyaman, dan bahagia ketika pertama kali memasuki madrasah. Pengalaman pertama yang positif akan menjadi fondasi penting bagi tumbuhnya semangat belajar dan rasa memiliki terhadap madrasah,” ujarnya.
Sementara itu, Sekda Aceh M. Nasir mengapresiasi penyelenggaraan pendidikan di MTsN 1 Banda Aceh. Nasir yang juga merupakan wali murid mengaku mempercayakan pendidikan anaknya kepada madrasah tersebut karena menilai para guru mampu memberikan pendidikan dan pembinaan yang baik.
“Kami menghantarkan anak kami ke madrasah ini karena kami percaya guru-guru di madrasah ini mampu memberikan pendidikan yang baik kepada putra-putri kami,” kata Nasir.
Usai meninjau Matamuda di MTsN 1 Banda Aceh, Azhari dan M. Nasir melanjutkan kunjungan ke MAN 1 Banda Aceh.
Keduanya meninjau proses belajar mengajar pada awal tahun ajaran baru serta berdialog dengan guru dan peserta didik untuk melihat langsung pelaksanaan pembelajaran di madrasah tersebut.