Pertamina Tambah Pasokan BBM di Aceh

Ilustrasi, Pertamina Pastikan Stok BBM Aman Saat Libur Panjang dan Pemilu di Aceh. (Ist)

Banda Aceh (KANALACEH.COM) – Antrean panjang di sejumlah SPBU di Aceh mulai berangsur terurai setelah PT Pertamina Patra Niaga meningkatkan penyaluran bahan bakar minyak (BBM) di wilayah tersebut. Penambahan pasokan dilakukan menyusul koordinasi intensif antara Pemerintah Aceh dan Pertamina untuk mengatasi kelangkaan BBM yang sempat dikeluhkan masyarakat.

Juru Bicara Pemerintah Aceh, Nurlis Effendi, mengatakan peningkatan penyaluran BBM itu merupakan hasil kerja tim yang dibentuk Pemerintah Aceh. Informasi tersebut disampaikan Sekretaris Daerah Aceh M Nasir Syamaun kepada Gubernur Aceh Muzakir Manaf atau Mualem.

“Gubernur meminta laporan perkembangan setiap saat. Beliau ingin persoalan ini segera teratasi karena telah menyulitkan masyarakat,” kata Nurlis di Banda Aceh, Selasa (4/8).

Berdasarkan laporan yang diterima Pemerintah Aceh, Pertamina Patra Niaga melalui Fuel Terminal telah meningkatkan penyaluran BBM di atas kondisi normal. Untuk jenis gasoil atau solar, penyaluran mencapai 120,4 persen dari distribusi normal, sedangkan gasoline atau bensin meningkat menjadi 109 persen.

Informasi tersebut disampaikan Sales Branch Manager Aceh I Fuel Pertamina Patra Niaga Retail Aceh, Ferdi Fajrian Adicandra, dalam rapat koordinasi bersama Tim Pemerintah Aceh yang dipimpin Asisten II Setda Aceh, Teuku Robby Izra, di Kantor Gubernur Aceh, Senin (3/8).

Selain menambah pasokan, Pertamina bersama Pemerintah Aceh dan aparat penegak hukum juga melakukan inspeksi mendadak di sejumlah SPBU untuk memastikan ketersediaan stok sekaligus menertibkan penyaluran BBM bersubsidi. Pengawasan difokuskan pada kendaraan yang diduga telah memodifikasi tangki maupun praktik penyalahgunaan BBM bersubsidi.

Di sisi lain, sejumlah SPBU mulai menerapkan langkah-langkah pengaturan antrean dengan menempatkan petugas marshalling guna mengatur arus kendaraan agar tidak mengganggu lalu lintas di sekitar lokasi pengisian.

SPBU juga melakukan penyesuaian jadwal operator pada jam-jam sibuk, sementara Fuel Terminal di Aceh menambah jam operasional pada hari Minggu untuk memperkuat ketahanan stok BBM di SPBU.

Sebagai bagian dari upaya menjaga ketersediaan pasokan, SPBU diminta tetap siaga selama 24 jam untuk menerima distribusi BBM di luar jam operasional sehingga stok dapat dipersiapkan sebelum disalurkan kepada konsumen pada hari berikutnya. Pengelola SPBU juga diminta berkoordinasi dengan Organda agar kendaraan angkutan umum memperoleh prioritas pengisian.

Pemerintah Aceh juga menyiapkan sejumlah langkah lanjutan. Dinas Perhubungan Aceh akan melakukan konsolidasi data kendaraan yang terdaftar di Samsat guna mengantisipasi penggunaan pelat nomor tidak terdaftar atau bodong.

Selain itu, Pemerintah Aceh tengah menyiapkan surat gubernur yang mengatur prioritas pengisian BBM bersubsidi bagi angkutan umum penumpang dan kendaraan logistik berpelat kuning.

“Pemerintah Aceh juga akan membentuk Tim Satgas Gabungan Penertiban Penyaluran BBM di Provinsi Aceh,” ujar Nurlis.

Menurutnya, kebijakan tersebut diharapkan mampu menjamin ketersediaan BBM bagi sektor transportasi dan distribusi logistik sehingga aktivitas ekonomi masyarakat tetap berjalan normal di tengah meningkatnya kebutuhan BBM.

Nurlis menambahkan, evaluasi akan terus dilakukan secara berkala bersama Pertamina Patra Niaga, Hiswana Migas, Organda, dan instansi terkait untuk memastikan distribusi BBM bersubsidi tetap lancar.

Pemerintah Aceh juga mengimbau masyarakat membeli BBM sesuai kebutuhan serta tidak melakukan penimbunan maupun penyalahgunaan BBM bersubsidi.

Related posts