Potensi Migas Aceh Dibidik Jepang, BPMA Dorong Joint Study ke Eksplorasi

Potensi Migas Aceh Dibidik Jepang, BPMA Dorong Joint Study ke Eksplorasi. (dok. BPMA)

Banda Aceh (KANALACEH.COM) – Badan Pengelola Migas Aceh (BPMA) menerima kunjungan Japan Organization for Metals and Energy Security (JOGMEC) dan Japan Petroleum Exploration Co., Ltd. (JAPEX) di Kantor BPMA, Banda Aceh, Jumat (28/8).

Pertemuan tersebut membahas perkembangan Joint Study (JS) Wilayah North Sumatra Basin (NSB) yang telah berjalan sekitar enam bulan sekaligus menjajaki peluang kerja sama lanjutan di sektor hulu minyak dan gas bumi di Aceh.

Rombongan JOGMEC dipimpin Director of Overseas Exploration Mashashi Muramoto, sementara JAPEX diwakili Deputy of Chief Representative Indonesia Naohiro Yoshino.

Mereka diterima Kepala BPMA Mawardi Nur bersama Wakil Kepala BPMA Nizar Saputra, Deputi Perencanaan Muhammad Makmun, Deputi Dukungan Bisnis Edy Kurniawan serta jajaran BPMA.

Pembahasan meliputi perkembangan studi, evaluasi potensi geologi dan sumber daya migas serta peluang pengembangan kerja sama ke tahap berikutnya. Joint Study NSB merupakan kerja sama JOGMEC, JAPEX dan Universitas Padjadjaran (UNPAD) yang mencakup survei serta analisis data geologi dan geofisika di wilayah darat maupun lepas pantai North Sumatra Basin untuk mengevaluasi potensi sumber daya migas yang belum ditemukan.

Kepala BPMA Mawardi Nur mengatakan kajian tersebut tidak boleh berhenti sebagai studi teknis, tetapi diharapkan menjadi pintu masuk menuju kegiatan eksplorasi hingga investasi migas di Aceh.

“BPMA melihat Joint Study ini bukan sekadar kajian teknis. Kami berharap hasil kajian ini dapat menjadi langkah awal untuk membangun kemitraan yang lebih kuat dan membuka peluang konkret bagi pengembangan eksplorasi serta investasi di Aceh,” kata Mawardi.

Mawardi menegaskan BPMA siap mendukung terciptanya iklim investasi hulu migas yang aman, kondusif, transparan dan memberikan kepastian bagi investor.

BPMA juga siap memfasilitasi dan mengoordinasikan pemangku kepentingan sesuai kewenangan apabila terdapat kendala dalam pelaksanaan studi maupun tindak lanjut kerja sama.

Deputi Perencanaan BPMA Muhammad Makmun mengatakan hasil Joint Study diharapkan memberikan gambaran komprehensif mengenai potensi hidrokarbon di North Sumatra Basin. Menurutnya, pemahaman yang lebih baik terhadap data geologi dan geofisika akan menjadi dasar untuk menentukan peluang eksplorasi serta pengembangan guna mendukung peningkatan produksi migas di masa mendatang.

Sementara itu, Deputi Dukungan Bisnis BPMA Edy Kurniawan menyebut pihaknya turut memaparkan kesiapan infrastruktur dan aspek komersial yang dapat mendukung pengembangan migas di Aceh dan Sumatra bagian utara.

Salah satunya jaringan pipa Arun-Belawan serta rencana masuknya pasokan gas dari wilayah Andaman yang dinilai penting dalam melihat peluang pengembangan dan komersialisasi gas.

Dari pihak Jepang, Naohiro Yoshino mengatakan North Sumatra Basin memiliki sejarah panjang produksi minyak dan gas, namun masih menyimpan potensi yang perlu dievaluasi lebih lanjut.

“Penemuan lapangan gas berskala besar dalam beberapa tahun terakhir menunjukkan masih adanya potensi sumber daya yang belum ditemukan. Melalui Joint Study ini, kami ingin mengevaluasi lebih lanjut potensi eksplorasi di kawasan tersebut,” ujar Naohiro.

JOGMEC juga menyatakan kerja sama dengan Indonesia penting untuk memperkuat pengembangan sumber daya energi sekaligus hubungan energi kedua negara.

BPMA berharap hasil kajian JOGMEC, JAPEX dan UNPAD dapat menjadi landasan untuk melanjutkan kerja sama secara bertahap, mulai dari evaluasi dan eksplorasi hingga peluang investasi dan pengembangan.

Kerja sama tersebut juga berpeluang mencakup transfer teknologi, berbagi pengetahuan dan peningkatan kapasitas sumber daya manusia, sehingga Joint Study NSB tidak hanya membuka peluang eksplorasi baru, tetapi juga memperkuat daya tarik investasi hulu migas di Aceh.

Related posts