(KANALACEH.COM) – Orang tua memiliki kekhawatiran akan sifat pemalu sang buah hati yang bisa menghambat dan mempersulit mereka untuk berteman.
Maka itu, tidak sedikit orang tua yang mencari cara untuk mengatasi anak pemalu melalui media sosial maupun profesional.
Para ahli dari Children’s Hospital of Philadelphia (CHOP) menyebut, sifat pemalu pada anak bukanlah masalah kepribadian. Sifat pemalu anak merupakan bagian alami dari perkembangan mereka.
Selain itu, sebagian anak mungkin membutuhkan waktu lebih lama untuk beradaptasi atau merasa nyaman dibandingkan anak-anak lainnya.
Cara mengatasi anak pemalu
Ada sejumlah cara mengatasi anak pemalu. Meski sifat pemalu merupakan bagian alami anak, tapi tidak ada salahnya orang tua mulai mengatasinya perlahan.
1.Persiapan
Orang tua dapat membantu anak yang pemalu dengan membekali mereka cara agar merasa lebih percaya diri dalam situasi baru. Misalnya, orang tua dapat menjelaskan beberapa hal saat hendak pergi ke taman atau area bermain:
– sebutkan hal menyenangkan yang dapat di lakukan di sana,
– jelaskan ada siapa dan apa saja yang mungkin mereka lihat atau alami,
– memberikan saran kepada anak supaya mereka bisa bergabung dengan anak-anak lain.
Saat tiba di lokasi, ikuti terlebih dahulu keinginan anak. Untuk anak yang butuh waktu lama dalam beradaptasi, mereka mungkin akan memilih berjalan-jalan di sekitar taman bersama orang tua terlebih dahulu sambil mengamati situasi.
2, Berlatih
Bagi anak pemalu, berinteraksi dengan orang baru bisa terasa menakutkan. Cobalah ajak anak berlatih di rumah atau saat bertemu anak-anak dari teman maupun kerabat dekat.
Saat anak tampak tertarik, cobalah sampaikan kepada mereka dan pancing percakapan awal seperti “Kata orang, kalian berdua sama-sama suka pahlawan super. Kekuatan super apa yang ingin kalian miliki?”.
Anda bisa mengajarkan anak untuk memperhatikan petunjuk mengenai hal-hal yang mungkin disukai anak lain. Contohnya, kaus kaki bergambar Frozen, mainan dinosaurus atau sepatu kets yang bisa menyala.
Pujian atau komentar singkat bisa mencairkan suasana.
3. Berikan umpan balik yang positif
Saat Anda melihat anak berusaha keluar dari zona nyaman mereka, berikan pujian atas usaha mereka. Mungkin alih-alih bermain sendirian, mereka akan bermain di dekat anak lain, tertawa mendengar lelucon anak tersebut atau mengajukan pertanyaan.
Cara lainnya, Anda dapat mengajak anak menengok kembali pengalaman yang baru saja mereka alami dengan sudut pandang positif.
Mungkin anak Anda sebelumnya merasa khawatir tidak akan ada teman bermain di taman, tetapi akhirnya mereka bermain bersama. Pujilah keterampilan, usaha, dan persiapan mereka.
4. Validasi perasaan mereka
Anak sering kali mengalami emosi yang kuat. Namun, mereka tidak selalu memiliki sarana untuk mengungkapkannya. Hal tersebut tentu dapat menimbulkan rasa frustrasi bagi anak maupun orang tua.
Untuk menyamakan persepsi dengan anak, cobalah berikan mereka waktu dan ruang untuk memproses emosi setelah mengalami kekecewaan. Tanyakan apa yang mereka butuhkan dari Anda, apakah ingin membicarakannya, dipeluk, dibiarkan sendiri atau sekadar ditemani duduk bersama.
Contohnya: “Ibu/Ayah perhatikan kamu jadi sangat pendiam setelah kita pulang dari taman tadi, bagaimana perasaanmu saat itu?”
Pertanyaan semacam itu dapat membantu Anda lebih memahami pikiran dan perasaan anak serta mengarahkan mereka melakukan dialog batin yang positif.
5. Lepaskan ketergantungan anak secara bertahap
Ditambahkan Today, Anda dapat mencoba untuk melepaskan ketergantungan anak secara bertahap jika sang buah hati sudah terlalu terbiasa dengan kehadiran Anda yang selalu di dekatnya.
Contohnya, saat duduk berdampingan dengan anak, Anda dapat berpura-pura sedang melakukan hal lain. Anda memastikan mereka merasa percaya diri, lalu perlahan-lahan mulai menjauh agar mereka bisa mengerjakannya sendiri.
6. Ajari anak mengenali tanda-tanda kecemasan
Mulailah mengenalkan tanda-tanda kecemasan pada anak. Jika mereka menyadari bahwa mereka mulai dilanda kecemasan, mereka dapat mulai menerapkan teknik-teknik untuk mengatasinya.
Anda bisa juga menanyakan perasaan mereka, apakah sangat kesal atau cemas. Kemudian, mintalah mereka untuk menarik napas dalam-dalam secara perlahan.
7. Miliki mantra positif untuk menyemangati diri-sendiri
Berikan kata-kata positif pada anak dapat digunakan sebagai mantra. Contoh “Aku pasti bisa”, “Keadaan akan membaik”, “Aku berani”.
Mantra tersebut berguna sebagai strategi untuk menghadapi situasi sulit. Jadikanlah kata-kata positif sebagai mantra keluarga dan sering mengucapkannya di rumah agar anak-anak terbiasa mendengarnya.
Itulah cara mengatasi anak pemalu yang mungkin bisa Anda praktikkan di rumah. [CNN]
