Banda Aceh (KANALACEH.COM) – Badan Gizi Nasional (BGN) mendorong percepatan operasional dapur Makan Bergizi Gratis (MBG), terutama di daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) serta wilayah dengan angka stunting tinggi.
Kepala BGN Sudaryono mengatakan, perluasan layanan tersebut menjadi salah satu alasannya datang ke Aceh.
Sudaryono menilai daerah dengan prevalensi stunting tinggi perlu mendapat perhatian khusus karena berpotensi menghadapi persoalan pemenuhan gizi anak, termasuk siswa yang datang ke sekolah dalam kondisi lapar.
Ia mengungkapkan, sejumlah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di beberapa kecamatan di Kabupaten Aceh Besar telah selesai dibangun, tetapi belum beroperasi.
Kondisi itu menjadi salah satu hal yang perlu ditindaklanjuti agar layanan MBG dapat segera menjangkau para siswa.
“Besok, kami akan melakukan pembukaan secara simbolis untuk sejumlah dapur di wilayah Sumatera, Kalimantan, dan Bali, terutama di daerah dengan angka stunting tinggi dan sangat tinggi serta wilayah 3T,” kata Sudaryono usai mengunjungi SD Cot Meuraja, Aceh Besar, Selasa, 13 Oktober 2026.
Pembukaan tersebut diharapkan menjadi bagian dari upaya memperluas jangkauan program MBG ke daerah yang membutuhkan perhatian lebih dalam pemenuhan gizi anak.







