Aceh Timur (KANALACEH.COM) – Kepala Cabang Dinas Pendidikan (Kacabdin) Wilayah Aceh Timur, Rahmatsah Putra, angkat bicara soal aksi demonstrasi dan mogok belajar siswa SMAN 1 Simpang Ulim.
Ia menegaskan kebijakan penebangan sejumlah pohon besar di lingkungan sekolah tersebut dilakukan atas instruksi Cabdin Aceh Timur. Namun, kepala sekolah tidak menyampaikan dengan benar dan tidak memberi tahu bahwa warga sekolah menolak penebangan.
“Kepsek tidak koordinasi dengan sekolah dan tidak memberi tahu (ke Cabdin) bahwa warga sekolah menolak (penebangan),” kata Rahmat saat dikonfirmasi wartawan, Minggu, 25 Oktober 2026.
Rahmatsah menjelaskan instruksi itu dikeluarkan demi keselamatan infrastruktur sekolah. Menurutnya, akar pohon tua yang berusia 10 hingga 15 tahun tersebut berpotensi merusak fondasi bangunan dan memecahkan lantai ruang kelas.
“Dahan yang melebar dikhawatirkan merusak atap bangunan, dan pohon yang terlalu rimbun menghalangi sinar matahari masuk ke kelas. Selain itu, akar pohon di sekitar parit dapat menghambat aliran air hingga memicu genangan,” kata Rahmatsah saat dikonfirmasi, Minggu (25/10).
Sebagai gantinya, pihak Cabdisdik merencanakan penghijauan kembali menggunakan tanaman produktif seperti mangga dan rambutan.
Penebangan itu ditolak oleh siswa hingga melakukan aksi yang berujung kepala sekolah SMA 1 Simpang Ulim Laina Fariyani dicopot dari jabatannya.
Rahmatsyah mengatakan pihaknya akan menunjuk Pelaksana Harian (Plh) Kepala SMAN 1 Simpang Ulim mulai Senin (26/10) untuk menggantikan posisi Laina sementara waktu.
“Untuk nama Plh tersebut sedang menunggu putusan siapa yang akan menjadi Pelaksana Harian di SMA tersebut besok,” tutur Rahmatsah.
Ia menegaskan penunjukan Plh ini bertujuan menjamin kegiatan belajar mengajar (KBM) tetap berjalan kondusif, sekaligus memberi ruang evaluasi tanpa bermaksud menjatuhkan sanksi langsung kepada Laina.
“Fokus utama kami saat ini adalah menyelamatkan hak belajar para siswa. Kami ingin memastikan atmosfer belajar kembali kondusif,” pungkasnya sembari mengimbau warga sekolah dan masyarakat untuk tetap tenang.
