Anggota DPR Aceh sebut dirinya di wawancarai hantu

Banda Aceh (KANAL ACEH.COM) – Anggota DPR Aceh dari Fraksi Partai Aceh (PA), Tgk Anwar Ramli menyebut jika dirinya diwawancarai hantu perihal APBA 2016. Tanggapan ini di sampaikannya saat Kanal Aceh mengklarifikasi perihal beredarnya informasi mengenai bocoran hasil wawancara imajiner atau khayalan Tgk Anwar Ramli, yang beredar melalui media sosial, facebook.

Kepada Kanal Aceh, melalui pesan singkat, Tgk Anwar Ramli mengatakan bahwa, hana nyan, info nyan sesat dan fitnah, karena hana meusidro pih jenis manusia yang na wawancara long terkait dengan APBA 2016 (red : Tidak ada itu, info itu sesat, sebab tidak ada seorang pun yang wawancara saya terkait dengan APBA 2016).

Kemudian Tgk Anwar juga melanjutkan, Mungken yang mengakui wawancara dengan lon nyan hantu ( atau mungkin yang mengaku wawancara dengan saya itu hantu – red), jelasnya melalui pesan singkat.

Dan berikut ini pesan berantai yang beredar melalui layanan media sosial yang di konfirmasi kanal aceh kepada Tgk Anwar.

25 Des 2015, Pukul 20.00 WIB.
Bertempat di Kompleks DPRA Gp Ie Masen Kayee Adang, Ulee Kareng Kota Banda Aceh:

A. Telah dilakukan wawacara dengan Tgk Anwar ( Anggota DPRA Aceh periode 2014-2019 ) dari Partai Aceh terkait polemik APBA Aceh 2016.

– Bahwa sebenarnya subtansi APBA bukan masalah dana aspirasi DPRA yang diminta rapel oleh anggota Dewan yaitu 20. Milyar karena anggaran tahun 2015 dan 2016.

РPolemik itu terjadi karena Wakil Gubernur Aceh menitipkan Hidden Agenda ( agenda terselubung ) yaitu dengan memerintahkan DPR Aceh dari Fraksi PA untuk meminta anggaran 1 Triliyun, karena dana itu akan digunakan untuk memperkuat timses Wagub karena akan maju sebagai Gub pada Pilkada 2017. Akan tetapi dibalut dengan rasionalisasi ke Gub Aceh bahwa itu adalah dana kompensasi terhadap Aspirasi DPRA yang hilang pada  APBA 2015.
Dan ini juga dimainkan oleh Pimpinan Parnas yang tergabung dalam Koalisi Aceh Bermartabat ( KAB ) yang notabene adalah Pendukung dan Pengusung Wagub ke depan.

Anggaran ini adalah lobi Politik Wagub Muzakir untuk mengikat Parnas agar mendukung dirinya dalam Pilkada nantinya.

– Bagi anggota Fraksi PA ini tetap diperjuangkan karena apabila tidak mereka harus menyerahkan dana per orang 2 Milyar untuk Wagub yang juga ketua PA sebagai dana kampanye pada Pilgub 2017.

– secara pribadi Tgk Anwar melihat ini tajam karena akibat paripurna Penggantian Sulaiman Abda, karena selama ini yang melakukan komunikasi dari DPRA ke Gubernur apabila komunikasi diantara mereka buntu adalah Sulaiman Abda dalam kapasitas sebagai Wakil Ketua DPRA.
Menurut Ybs Gub marah karena bahasa bahasa yang dikeluarkan oleh sebagian Anggota DPRA tsb tidak pantas dan wajar Gubemur marah.

– Bagi Anggota DPRA Periode 2014-2019 ini sangat bahaya, karena Tatib DPRA sampai saat ini belum disahkan karena ada hal hal substansial yang belum di setujui kuorum. [Saky]

Related posts