Listrik di Sumut dan Aceh Padam, PLN Minta Maaf

Besok, PLN padamkan listrik di seluruh Aceh Tamiang
Ilustrasi listrik padam (BeritaSatu)
--Ads--
loading...

Medan (Kanal Aceh) – Arus listrik di Sumatera Utara (Sumut) dan Aceh padam, sejak Minggu (17/1) menjelang malam tadi. Pemadaman itu akibat kerusakan pada mesin Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Sicanang, Belawan. Sejumlah kawasan di Sumut-Aceh gelap gulita.

“PLN mengucapkan permintaan maaf untuk seluruh pelanggan dari Sumut-Aceh. Karena adanya gangguan yang terjadi di PLTU Belawan sehingga terjadi pemadaman,” kata Deputi Manajer Humas PLN Wilayah Sumut, Mustafrizal, Minggu (17/1) malam.

Mustafrizal mengaku, pemadaman terjadi karena dua line terputus akibat terbakar. Kondisi itu menyebabkan hampir seluruh gardu induk kehilangan tegangan.

Ads

“Terjadi gangguan di Belawan disebabkan oleh adanya kerusakan Sicanang. Ada kabel terputus karena terbakar tumpukan kayu. Line putus, beban berat sekali, makanya pembangkit off semua,” jelas Mustafrizal.


Baca juga:

Pantai Timur Aceh Gelap Gulita

PLN Aceh komit atasi krisis listrik


Namun, pihaknya tengah melakukan pemulihan sehingga diharapkan pemadaman listrik tidak berlangsung lama.

Pemadaman listrik di sejumlah titik di Sumatera Utara terjadi dari pukul 18.00 WIB. Hingga berita ini diturunkan, sejumlah kawasan masih merasakan gelap gulita.

“Pemulihan bertahap, ini langsung dikerjakan, daerah yang sudah dialihkan bisa disuplay dari gardu lain. Petugas masih bekerja malam ini. Mudah-mudahan pemadaman tidak lama,” urainya.

Kebakaran Pabrik Kayu
Manajer Senior Public Relations, Agung Murdifi melalui siaran pers, Minggu (17/1) mengatakan, pemadaman disebabkan kebakaran pabrik kayu PT Canang Indah yang berada persis di bawah kabel Saluran Udara tegangan Tinggi (SUTT) 150 kilo Volt (kV).

“Kami mohon maaf atas ketidaknyamanan yang diakibatkan keadaan ini,” kata Agung.

Kebakaran terjadi pada pukul 18.40 WIB di pabrik kayu PT Canang Indah yang berada diantara Tower 3 dan 4.

Kebakaran tersebut menyebabkan putusnya kabel Saluran Udara tegangan Tinggi (SUTT) 150 kilo Volt (kV) Belawan-Binjai yang menyalurkan daya dari Pembangkitan Belawan ke sistem Sumatera Bagian Utara.

“Kebakaran ini menyebabkan seluruh pembangkit di Belawan tidak dapat beroperasi. Akibatnya sistem kelistrikan yang memasok Sumatera Utara dan Aceh mengalami padam kecuali untuk Gardu Induk (GI) Inalum dan GI Sei Rotan,” terang Agung.

Proses pemulihan arus listrik diperkirakan membutuhkan waktu sekitar enam jam. Menurut dia, SUTT yang terganggu belum dapat dinormalkan, karena api masih berkobar dan belum bisa dipadamkan.

“Saat ini kami melakukan penormalan bertahap dengan menormalkan Pembangkit Belawan selanjutnya melalui SUTT 150 kV Belawan-Payapasir-Payageli-Binjai lalu membangkitkan PLTU Pangkalan Susu dan Sistem Aceh,” paparnya. (waspada.co.id)