Penderita Kanker Kulit Asal Aceh Utara Tak Punya Biaya untuk Operasi

  • Whatsapp
Penderita Kanker Kulit Asal Aceh Utara Tak Punya Biaya untuk Operasi
foto: Hanafiah, penderita kanker kulit asal Aceh Utara. (Ist)

Banda Aceh (KANALACEH.COM) – Penderita kanker kulit asal Panton Lbu, Aceh Utara, Hanafiah terpaksa masuk ke ruang Instalasi Gawat Darurat (IGD) Rumah Sakit Umum Zainal Abidin (RSUZA), Banda Aceh, Jumat (29/1) malam.

Ketika tidur nafasnya seperti sesak. Kanker kulit di hidung Hanafiah sudah menyebar hingga ke mata, dari hidungnya keluar lendir berbau menyengat.

Marzuki, anak Hanafiah menjelaskan, kanker yang dialami ayahnya terjadi sejak lebih kurang setahun setengah. Awalnya, kanker itu hanya benjolan kecil di hidung saja.

“Makin lama semakin membesar. Kemudian ayah pergi sendiri berobat ke Puskesmas,” katanya di RSUZA, Sabtu (30/1).

Karena kondisi semakin parah, Hanafiah menjalani perawatan di Rumah Sakit Cut Mutia, Aceh Utara. Di rumah sakit itu Hanafiah divonis terkena kanker kulit dan harus dirujuk ke RSUZA, Banda Aceh pada Agustus 2015 lalu.

Selama di RSUZA tersebut, Hanafiah tidak menjalani rawat inap, sehingga harus bolak balik Banda Aceh-Aceh Utara. Apalagi, ia tidak mempunyai sanak famili di Banda Aceh.

“Sampai Oktober Udah sebelas kali bolak balik ke RSUZA,” ujarnya.

Akhir Oktober 2015 lalu, Hanafiah harus menjalani operasi di RSUZA dan kemoterapi di rumah sakit di wilayah Medan sebanyak 33 kali. Karena tidak punya biaya untuk ke Medan, ia tidak menjalani operasi serta kamoterapi.

Setelah itu Hanafiah kembali ke Panton Labu dan tidak menjalani perawatan apapun. Seiring waktu, kanker kulit yang diderita Hanafiah makin parah hingga akhirnya ia harus dibawa kembali ke RSUZA.

Sementara itu, Marzuki mengeluhkan kondisi keuangan yang tidak tercukupi, dan ia berharap ada bantuan uluran tangan dari pemerintah maupun masyarakat.

Selama ini, Hanafiah belum menerima bantuan apapun dari pemerintah lokal maupun daerah.

“Kerjaan saya tidak tetap, kadang kerja bangunan, panjang pinang, sawah. Kalau tidak ada tidak makan,” kata Marzuki didampingi Zainabon, istri Hanafiah. (Aidil Saputra/rel)

Related posts