Apartemen di Taiwan Roboh Akibat Gempa

Apartemen di Taiwan Roboh Akibat Gempa
Upaya pencarian dan penyelamatan korban terus dilakukan (REUTERS/Pichi Chuang)
--Ads--
loading...

Taipei (KANALACEH.COM) – Berbagai macam cara dilakukan warga Taiwan demi menyelamatkan diri dari insiden robohnya apartemen akibat gempa bumi berkekuatan 6,4 Skala Richter (SR). Mulai dari memanfaatkan pakaian sebagai tali hingga menggunakan palu untuk membuka pintu.

Gempa yang mengguncang Taiwan pada Sabtu (6/2) pagi memicu robohnya sejumlah gedung di kota Tainan, termasuk apartemen 16 lantai yang bernama Wei Kunan di distrik Yungkang, kota Tainan. Bagian bawah apartemen ini roboh saat gempa melanda sehingga membuat bagian atas jatuh ke bawah seperti bertumpuk. Kondisi gedung juga miring sehingga cukup rawan dan berbahaya untuk dipanjat.

“Saya melihat gedung berguncang ke atas dan bawah, ke kanan dan ke kiri. Lantai satu dan lantai dua roboh dan saya mencium kebocoran gas dan air,” tutur salah satu penghuni apartemen tersebut kepada televisi lokal SET TV dan dilansir AFP, Sabtu (6/2).

Ads

Seorang penghuni lainnya, seperti dilaporkan media setempat lainnya, Apple Daily, mengikat sejumlah pakaiannya hingga menyerupai tali dan menggunakannya untuk turun ke bawah dari lantai 9 tempat apartemennya berada.

Sedangkan seorang penghuni wanita mengaku dirinya berjuang keras untuk bisa keluar dari apartemennya setelah gedung roboh akibat gempa. “Saya menggunakan palu untuk mendobrak pintu apartemen yang terkunci dan macet, dan berhasil memanjat keluar,” ucapnya kepada SET TV.

Sejumlah gedung yang roboh ada di kompleks apartemen distrik Yungkang yang terdiri atas 100 unit. Seorang warga setempat yang berprofesi sebagai tukang ledeng memanfaatkan peralatan dan tangga miliknya untuk menyelamatkan korban lain. Pria yang tidak disebut identitasnya ini berhasil menolong seorang wanita dengan memotong teralis jendela apartemennya.

“Wanita itu meminta saya kembali ke dalam dan menyelamatkan suami dan anaknya, tapi saya takut ada ledakan gas, jadi saya tidak masuk. Saat itu, ada banyak orang lainnya berteriak minta tolong, tapi tangga saya tidak cukup panjang sehingga tidak ada cara lain untuk menyelamatkan mereka,” ujar warga yang tidak disebut namanya seperti dilansir Reuters.

Otoritas setempat menyebutkan ada 256 penghuni yang terdaftar tinggal di gedung 16 lantai yang roboh tersebut. Namun tidak diketahui pasti jumlah orang yang ada di dalam gedung saat kejadian. Menteri Dalam Negeri Taiwan, Chen Wei Jen mengkhawatirkan ada lebih banyak orang di dalam gedung itu karena banyak warga yang pulang kampung untuk merayakan Tahun Baru China.

“Tidak terlalu jelas tepatnya ada berapa orang di sana ketika gempa terjadi. Kami khawatir banyak anggota keluarga yang pulang karena liburan tahun baru,” ucapnya. [Detik]