Komunikasi Pemerintah Aceh dan Mahasiswa Dinilai Penting

Komunikasi Pemerintah Aceh dan Mahasiswa Dinilai Penting
Gubernur Aceh, Zaini Abdullah menyalami pengurus organisasi mahasiswa dalam pelantikan pengurus BEM, DPM, dan UKM Unsyiah periode 2016 di gedung AAC Dayan Dawood, Banda Aceh, Jumat (12/2). (Dok. Humas Aceh)
--Ads--
loading...

Banda Aceh (KANALACEH.COM) – Gubernur Aceh, Zaini Abdullah mengatakan faktor komunikasi yang dibangun Pemerintah Aceh dengan semua elemen, termasuk mahasiswa dinilai penting untuk membangun kerja sama antara kedua institusi tersebut.

Untuk merealisasikan hal tersebut, Pemerintah Aceh senantiasa memberikan ruang bertanya bagi masyarakat dan mahasiswa jika ada hal-hal yang perlu dijelaskan secara terbuka.

“Komunikasi itu bisa diawali melalui surat menyurat yang dilengkapi dengan pertanyaan mengenai hal-hal yang ingin ditanyakan,” ujar Zaini Abdullah dalam pidatonya pada pelantikan pengurus BEM, DPM, dan UKM Unsyiah di AAC Dayan Dawood, Banda Aceh, Jumat (12/2).

Ads

Jika dibutuhkan, Zaini mengatakan dialog terbuka antara mahasiswa dan Pemerintah Aceh dapat dilakukan dan akan difasilitasi oleh Biro Humas.

Dalam upaya membangun sumber daya manusia (SDM) yang unggul, sambung Zaini, Pemerintah Aceh juga menyediakan beasiswa bagi mahasiswa untuk melanjutkan pendidikan di dalam dan luar negeri.

“Tentu ada beberapa persyaratan yang harus dipenuhi. Saya berharap DPM, BEM dan UKM bisa mendorong mahasiswa Unsyiah mendapatkan beasiswa itu,” ujarnya.

Zaini menyarankan DPM, BEM dan UKM Unsyiah harus bisa mendorong spirit kemandirian mahasiswa agar memiliki jiwa entrepreneurship atau semangat kewirausahaan yang tangguh sehingga tidak lagi berorientasi menjadi pegawai negeri sipil (PNS).

“Kembangkan terus organisasi di lingkup mahasiswa, karena melalui organisasi mahasiswa akan dapat berinteraksi dan beraktualisasi. Sehingga menjadi pribadi yang kreatif, dinamis dan bijaksana dalam menyikapi persoalan yang dihadapi,” kata Zaini. [Aidil Saputra]