Unsyiah siapkan program KKN dan magang internasional

Unsyiah siapkan program KKN dan magang internasional
Sosialisasi MoA FISIP Unsyiah dengan Political Science Faculty PSU, Pattani, Thailand, Sabtu (19/3). (Ist)
--Ads--
loading...

Banda Aceh (KANALACEH.COM) – Untuk menyongsong Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) dan meningkatkan kualitas untuk bersaing secara global, Unsyiah akan memperbanyak jumlah mahasiswa yang dikirimkan ke luar negeri. Unsyiah juga sedang berbenah untuk dapat menampung lebih banyak mahasiswa asing untuk belajar di Aceh.

Hal tersebut disampaikan Kepala Kantor Urusan Internasional (OIA) Unsyiah, Muzailin Affan dalam acara sosialisasi Memorandum of Agreement (MoA) antara Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Unsyiah dengan Political Science Faculty dari Prince of Songkla University (PSU), Pattani, Thailand, Sabtu (19/3).

“OIA (Office of International Affair) bertekad meningkatkan kerja sama dengan universitas di luar negeri. Baik untuk mengirimkan mahasiswa Unsyiah luar negeri ataupun menerima mahasiswa asing di Unsyiah, khususnya dalam program student exchange,” ujar Muzailin Affan dalam siaran pers yang diterima Kanalaceh.com, Senin (21/3).

Ads

Menurut Muzailin, Kuliah Kerja Nyata (KKN) Internasional adalah program yang digagas untuk penempatan mahasiswa asing di Aceh. Program ini dikombinasikan antara paket pemberdayaan masyarakat dengan wisata lokal di Aceh. Dalam waktu dekat, Unsyiah menggagas pelaksanaan program ini di Sabang dan Pulau Aceh.

“Kami juga sedang meyakinkan pihak University Sains Malaysia (USM) Penang untuk dapat menampung mahasiswa kami untuk KKN dan magang. Keberhasilan Malaysia membangun industri di Penang perlu dicontoh dan dirasakan secara langsung oleh mahasiswa dari Aceh,” kata Direktur Pusat Studi Demokrasi dan Pembangunan (PSDP) Lemlit Unsyiah, Radhi Darmansyah.

loading...

FISIP Unsyiah pada awal Februari 2016 lalu mengirimkan 10 mahasiswanya ke Malaysia, Thailand dan Singapura untuk belajar tentang pembangunan di tiga negara tersebut. Dalam program ini mahasiswa mengadakan kunjungan ke beberapa universitas, tempat wisata bakti sosial di perkampungan Melayu.

“Kami minta kepada mahasiswa untuk membandingkan tiga negara ASEAN ini dengan tingkat pembangunan yang sangat kontras. Pattani, walaupun sedang berkonflik dengan pemerintah di pusat di Bangkok, tapi pembangunannya cukup bagus. Malaysia yang budaya masyarakatnya seperti Aceh, tapi cukup maju saat ini. Infrastruktur di Malaysia sangat baik dan warganya juga terbuka. Sedangkan Singapura merupakan negara maju dan sangat modern, yang bersinergi dengan negara-negara berkembang di kawasan ini,” tambah Radhi.

Dekan FISIP Unsyiah, Syarifuddin Hasyim mengungkapkan bahwa program pengiriman mahasiswa ke luar negeri seperti ini sangat penting bagi mahasiswa. “Ke depan kita akan memperbanyak pengiriman mahasiswa-mahasiswa ke luar negeri. Jadi di FISIP, mahasiswa dipersiapkan agar bisa memahami kondisi ekonomi dan politik, tidak hanya di Indonesia. Tapi juga di kawasan Asia Tenggara.” [Sammy/rel]

Ads