Fisikawan dan bos Facebook siap ungkap rahasia alam semesta

Ilustrasi misi Breakthrough Starshot Nanocraft (space.com)
--Ads--
loading...

Jakarta (KANALACEH.COM) – Fisikawan terkenal, Stephen Hawking akhirnya mengungkapkan program eksplorasi baru antariksa, Breakthrough Starshot. Misi itu menginginkan agar manusia bisa mengeksplorasi bintang dekat Alpha Centauri, sistem bintang terdekat Tata Surya yang jaraknya 4,37 tahun cahaya.

Untuk mencapai misi tersebut, program tersebut akan membangun purwarupa pesawat antariksa robotik yang didorong dengan kecepatan cahaya agar bisa mencapai area Alpha Centauri.

Dikutip dari Space, Rabu (13/4), Hawking menjelaskan dengan perkembangan teknologi saat ini dan ke depan, perjalanan menuju Alpha Centauri itu akan bisa ditempuh dalam waktu dua dekade saja.

Ads

“Dengan sorot cahaya, layar ringan dan pesawat antariksa teringan yang pernah dibuat, kita bisa meluncurkan misi ke Alpha Centauri dalam satu generasi. Hari ini kami komitmen untuk loncatan seterusnya ke alam semesta,” ujar Hawking dalam pengumuman misi eksplorasi tersebut.

Disebutkan, pesawat misi ini akan terdiri atas chip setipis wafer yang dilampirkan dalam layar super tipis. Disebutkan, produksi chio itu setara seperti pembuatan iPhone.

Pesawat ini akan diluncurkan bersama dengan pesawat induk dan didorong ke bintang Alpha Centauri dengan sorot cahaya laser dari ketinggian di Bumi.

Pesawat misi ini yang disebut dengan Nanocraft itu akan meluncur dengan akselerasi kecepatan cahaya. Sebuah modal yang cukup untuk melesat ke sistem Alpha Centauri dalam dua dekade.

Misi tersebut mendapat dukungan dari kelompok ilmuwan dan investor miliuner. Dari pengusaha miliuner kelahiran Moskow, Rusia, Yuri Milner hingga pendiri dan bos Facebook, Mark Zuckerberg.

“Nanocraft akan mengambil gambar kemungkinan planet dan data ilmiah lain serta mengirim kembali ke Bumi dalam sorot cahaya. Jika misi ini berhasil, ini akan mengatakan banyak hal kepada kita sekitar Alpha Centauri,” kata Milner.

Diberitakan ABC, sistem bintang Alpha Centauri tersebut diyakini ilmuwan zona layak huni, karena mirip dengan Bumi.

Nanocrafts melesat menggunakan bantuan panel surya, sehingga kecepatannya melebihi pesawat luar angkasa yang paling cepat saat ini.

Bila menggunakan teknologi konvensional pesawat luar angkasa, maka untuk mencapai Alpha Centauri butuh waktu 30 ribu tahun.

Sementara itu, setelah mencapai Alpha Centauti, Nanocrafts akan mengirimkan data kembali ke Bumi dengan butuh waktu selama empat tahun.

“Bumi adalah tempat yang indah, tapi mungkin tidak akan berlangsung selamanya. Cepat atau lambat, kita harus melihat bintang-bintang. Breakthrough Starshot adalah langkah yang menarik untuk mengawali perjalanan,” ujar Hawking.

Disebutkan, setiap nanocrafts akan disematkan kamera, pendorong foton, pasokan listrik, navigasi, dan peralatan komunikasi.

Mantan Direktur Ames Research Center NASA, Pete Worden, akan memimpin program mengungkap kehidupan alam semesta bersama Hawking, Zuckerberg, dan Milner.

Namun, salah satu tantangan misi ini adalah bagaimana menghadirkan teknologi misi eksplorasi yang efisien. Sebab, mengirimkan Nanocraft ke Alpha Centauri sama besar upaya dan biayanya dalam menjalankan misi ilmiah hari ini.

Tim peneliti berharap nantinya misi ini bisa makin ekonomis dan mengirimkan banyak pesawat Nanocraft dalam satu kali penerbangan ke Alpha Centauri. Diketahui, misi Breakthrough Starshot disokong dengan dana investasi US$100 juta. [Viva]