ilustras. (wol)

Aceh Timur (KANALACEH.COM) – Balai konservasi sumber daya alam (BKSDA) bekerjasama dengan forum konservasi Leuser (FKL) dan Conservation Response Unit (CRU) terus mengupayakan mitigasi konflik gajah liar di sejumlah Desa pedalaman Kabupaten Aceh Timur.

Upaya yang dilakukan ialah dengan cara mengerahkan dua gajah terlatih dari CRU dan satu gajah dari pusat pelatihan Kabupaten Aceh Besar. Gajah-gajah ini  masing-masing dipandu oleh Tim untuk melakukan patroli disetiap titik rawan hingga besok, Rabu (12/10). Sementara dari hasil patroli ini, belum satupun gajah liar yang terlihat berkeliaran di kawasan hutan.

“Kami saat ini masih melakukan penanggulangan mitigasi konflik gajah liar sejak Sabtu kemarin. Info yang kami terima dari warga, bahwa ada empat ekor gajah yang sempat masuk ke pemukiman Seumanah Jaya, Aceh Timur,” ujar Kadis kehutanan Aceh Timur, Selasa (11/10).

AdsPHP Dev Cloud Hosting

Dari keempat gajah itu, satu diantaranya adalah gajah jenis Solidad. “Gajah ini sangat berbahaya, karena dia selalu sendiri dan jarang gabung dengan lainnya,” jelas Iskandar.

Ia mengaku sejak dilakukan patroli belum terlihat adanya kawanan gajah liar. Namun, pihaknya terus berupaya untuk melakukan penggiringan jika menemui gajah liar tersebut.

Menurut Iskandar, gajah liar sudah menjauh dari lokasi patroli. Hal ini karena pihaknya mengerahkan gajah penggiringan yang ukuran besarnya sama dengan gajah liar.

“Kawanan gajah liar sudah menjauh dari lokasi patroli atau berjarak sekitar 17 kilometer ke hutan. Info yang kami dapat, gajah Solided juga telah gabung dengan tiga gajah lainnya yang kerap memasuki pemukiman warga. Namun tidak menutup kemungkinan gajah-gajah ini akan kembali lagi,” urainya.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, kawanan gajah liar dilaporkan telah merusak belasan rumah disalah satu desa Aceh Timur. Mitigasi konflik itu baru dapat diatasi setelah tim gabungan terjunkan gajah jinak penggiringan ke lokasi gangguan.[Rajali Samidan]

Ads