ilustrasi. (merdeka.com)
--Ads--
loading...

Sabang (KANALACEH.COM) – 36 orang rombongan peserta KONKERNAS PWI se-Indonesia tertunda keberangkatannya menggunakan pesawat Garuda Indonesia tujuan Kualanamo, Sumatera Utara

Akibatnya, membuat puluhan calon penumpang kelaparan. Pasalnya, meski tertunda lebih dari empat jam, tidak satu pun penumpang mendapatkan konpensasi makan.

Ketua PWI Kota Sabang Hendra Handyan mengungkapkan rasa kecewanya terhadap pelayanan yang diberikan oleh Garuda Indonesia di Kota Sabang.

Ads

“Memalukan, sekelas Garuda Indonesia tidak mampu memberikakan makan dan membuat calon penumpang kelaparan,” ujar Hendra Handyan saat mengantarkan 36 orang rombongan Ketua Umum PWI Pusat yang akan menggunakan jasa maskapai itu.

Hendra juga mengatakan, pihak Garuda Indonesia harusnya dapat bersikap profesioal terhadap calon penumpang. Apalagi terminal Bandara Maimun Saleh, Sabang belum memiliki kantin. “Harusnya ini diperhatikan oleh Garuda, mereka juga wajib menyediakan makan karena tertundanya ini hampir 4 jam,” ujarnya.

Untuk itu, dirinya meminta manajemen Garuda Indonesia melakukan evaluasi terhadap kinerja manajemen Garuda Indonesia di Kota Sabang. Termasuk mengenai tata cara bagaimana memperlakukan calon penumpang.

“Rombongan PWI Pusat, kami antar sendiri dari Bandara Maimun Saleh ke Pelabuhan Balohan. Sedangkan sebelumnya mereka mengaku bahwa itu tanggungjawab garuda,” tegasnya lagi.

Secara terpisah, Pimpinan Garuda Indonesia Sabang, Solva Puji Harsagi membenarkan pembatalan keberangkatan dari Sabang-Medan. Namun, itu semua dikarenakan buruknya cuaca. “Benar, dicancel. Karena jarak pandang dibawah standar keselamatan yang berlaku di Garuda Indonesia yakni 5000 Meter,” ujar pihak Garuda Indonesia Sabang, Solva Puji Harsagi saat di hubungi via ponselnya, Minggu (16/10).

Dalam percakapan telepon, Puji menjelaskan dicancelnya penerbangan dari bandara Maimun Saleh – Kualanamo karena pihak Badan Meteorologi, Geofisika dan Klimatologi (BMKG) merilis bahwa hingga beberapa jam kedepan tidak ada perubahan jarak pandang yakni hanya 4000 meter.

Meski begitu, untuk tetap dapat terbang, pihaknya mengalihkan calon penumpang Garuda Indonesia ke Bandara Udara Internasional Sultan Iskandar Muda (SIM), Blang Bintang, Aceh Besar melalui jalur laut.

“Penumpang kita pindah ke Banda Aceh, transport dari bandara Sabang ke Pelabuhan penyebrangan, Tiket kapal Cepat dan jemputan dari pelabuhan Ulee Lheue ke Bandara SIM, semua kita tanggung,” ujar Puji.

Menyinggung mengenai konpensasi yang diberikan kepada calon penumpang, Puji mengaku sinyal telepon selularnya terganggu. Dirinya sempat menyampaikan bahwa pihaknya ada memberikan snack dan minum, karena penundaan sudah lebih dari dua jam dari jadwal.

Selain dari itu, SMS yang dilayangkan kepada dirinya mengenai bahwa calon penumpang tidak mendapatkan apapun baik snack maupun makan siang, belum juga dijawab oleh dirinya. [Diki Arjuna]