Muhammad Nuh saat memberikan buku kepada mahasiswi. (ist)
--Ads--
loading...

Banda Aceh (KANALACEH.COM) –  Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia, Prof Mohammad Nuh memberi kuliah umum kepada mahasiswa Universitas Syiah Kuala (Unsyiah). Kuliah umum bertema Global Trend, Daya Saing dan Generasi Emas 2045: Peran Unsyiah itu berlangsung di auditorium FKIP Unsyiah, Rabu (19/10).

Nuh menegaskan, generasi muda Indonesia harus mampu berpikir kreatif. Sebab, masyarakat dunia ke depan akan dikerumuni dan disaingi oleh orang-orang yang kreatif.

“Jika tidak mampu berpikir kreatif, maka kita akan menjadi aneh dan terasing sendiri dalam persaingan global,” ujarnya.

Ads

Selain itu, Guru Besar Institut Teknologi Sepuluh November (ITS) Surabaya tersebut mengajak  mahasiswa untuk selalu memiliki rasa pecaya diri dan empati yang tinggi terhadap sesama. Ia berharap, generasi muda saat ini tidak berlaku zalim kepada masyarakat  jika suatu saat nanti terpilih sebagai pemimpin di negeri ini.

“Kalau anak-anak Unsyiah menjadi pemimpin nanti, cobalah berperilaku bijak dan senantiasa lembut terhadap kaum dhuafa,” ujar komisaris utama bank Mega Syariah itu.

Di akhir kuliah umumnya, Nuh memberikan kunci sukses kepada mahasiswa Unsyiah. Menurutnya, ada beberapa hal yang harus diamalkan mahasiswa apabila ingin menjadi sukses, yaitu jujur dan berkompetensi secara teknis.

loading...

“Mahasiswa juga harus menjadi seorang pembelajar sejati, berbakti kepada orang tua, dan gemar bersedekah. Khusus untuk mahasiswa muslim, perbanyaklah shalat malam dan shalawat kepada nabi,” pungkasnya.

Sementara itu, Rektor Unsyiah Prof Samsul Rizal mengungkapkan, saat ini Indonesia mengalami bonus demografi dengan banyaknya jumlah generasi yang berusia produktif.

“Jangan sampai bonus demografi tersebut berubah menjadi bom demografi. Jadi, kita harus benar-benar memiliki kapasitas diri dan skill,”ungkapnya.[Randi/rel]

Ads