Dua pasang calon walikota/wakil walikota Banda Aceh dan didamping masing-masing pemenangan mendeklarasikan pilkada damai, di taman sari Banda Aceh, Sabtu (5/11). (Kanal Aceh/Randi)
--Ads--
loading...

Banda Aceh (KANALACEH.COM) – Pilkada damai yang di deklarasikan oleh calon kepala daerah, diminta jangan hanya sebatas seremonial saja. Tapi bagaimana merajut kembali perdamaian yang sudah terjaga serta memiliki komitmen yang kuat untuk menciptakan pilkada yang damai.

Hal itu dikatakan oleh Plt Walikota Banda Aceh, Hasanuddin Ishak disela kegiatan deklarasi pilkada damai bagi kedua pasang calon walikota/wakil walikota Banda Aceh yang akan bertarung pada pilkada 2017 mendatang. Kegiatan itu digelar di taman sari Banda Aceh, Sabtu (5/11).

“Deklarasi ini bukan hanya seremonial, tapi mempertegas sikap akan keberlangsungan pilkada damai di Banda Aceh,” katanya.

Ads

Ia menilai, sebagai ibukota Provinsi Aceh, Kota Banda Aceh kerap dijadikan sebagai contoh bagi daerah lain dalam mensukseskan pilkada. Sebab, apabila pilkada di Banda Aceh tercoreng, daerah lain juga akan terkena imbasnya.

Untuk itu, ia meminta agar penyelenggara pilkada dan juga pihak keamanan harus bersinergi dalam mensuksekan pilkada. Kemudian, bagi kedua pendukung pasangan calon tidak melakukan tindakan anarkis yang menciptakan konflik antar pendukung.

Disamping itu, Ketua KIP Banda Aceh, Munawarsyah juga menekankan bagi calon kandidat kepala daerah, agar mengingatkan tim pemenangannya mentaati peraturan pilkada. Apalagi ini sudah memasuki tahap kampanye.

“Jika penyelenggaraan pilkada berhasil akan dapat melanjutkan ke arah yang lebih baik. Namun, bila penyelenggara negara tidak baik maka akan mengancam konflik demokrasi di Aceh,” katanya.

Lanjutnya, apabila terjadi konflik diantara pendukung, pihaknya akan siap menagih kepada calon yang sudah mendeklarasikan pilkada damai di Banda Aceh. “Saya akan menagih kepada kedua pasangan calon, dimana kita bersepakat untuk mewujudkan pilkada berkualitas dan bermartabat di Banda Aceh,” tegasnya.

Deklarasi itu juga dihadiri oleh pasangan Illiza Saaduddin – Farid Nyak Umar dan pasangan Aminullah Usman – Zainal Arifin serta ratusan pendukung masing-masing calon. Deklarasi itu juga di saksikan oleh Kapolresta Banda Aceh, Dandim 0101/BS, Kejari Banda Aceh dan unsur Forkopimda. [Randi]