BNN: 2 pilot Susi Air negatif narkoba

  • Whatsapp
Dua pilot Susi Air, BA dan DA yang positif konsumsi morfin di BNN beberapa waktu lalu. (Detik)

Jakarta (KANALACEH.COM) – Deputi Pemberantasan Narkotika Badan Narkotika Nasional (BNN), Irjen Pol Arman Depari menjelaskan kedua pilot Susi Air yang berinisial DA dan BA negatif narkoba.

Hal itu dijelaskan menyusul hasil dari pemeriksaan intensif kepada kedua penerbang pada 11-13 Januari 2017.

“Dari hasil pemeriksaan kami, kedua pilot dinyatakan negatif dari narkotika,” jelasnya di Kantor BNN, Jakarta, Senin (16/1).

Arman menjelaskan, sebelum menerbangkan pesawat, salah satu pilot memang meminum obat-obatan, namun hanya untuk penyakit yang dideritanya saja dan obat tersebut legal serta dijual di pasaran.

“Sementara pilot satunya mengonsumsi suplemen kesehatan saja sebelum terbang. Tidak masalah,” tambahnya.

Arman mengaku hal itu berbeda dengan yang dilaporkan oleh BNNK Cilacap yang menyatakan kedua pilot positif menggunakan narkoba.

“Hasil yang kami dapat, obat dan suplemen yang dikonsumsi memang dapat mempengaruhi hasil pemeriksaan lapangan,” kata dia.

Adapun saat ini, kedua pilot tersebut akan segera dipulangkan ke tempat mereka bertugas.

Sebelumnya pihak pengelola Bandara Tunggul Wulung, Cilacap, melarang dua pilot Susi Air, BH dan DE, menerbangkan pesawat tujuan Halim Perdanakusuma, Jakarta, karena berdasarkan pemeriksaan urine oleh BNNK Cilacap terhadap keduanya diketahui positif morfin.

Keduanya terjaring setelah pihak BNNK Cilacap melakukan pemeriksaan urine terhadap semua awak pesawat yang baru mendarat, siswa sejumlah sekolah penerbangan, dan pekerja di Tunggul Wulung, Cilacap.

Pilot Susi Air yang baru mendarat dari Jakarta, BH, sempat menolak ketika diminta menjalani pemeriksaan urine oleh Kepala BNNK Cilacap, AKBP Edy Santosa.

Pilot BH dan DE dikabarkan merupakan warga negara asing yang secara bergantian menjadi pilot dan kopilot dalam penerbangan Halim Perdanakusuma-Cilacap pergi pulang.

Pemeriksaan urine tersebut digelar untuk menindaklanjuti kasus pilot Citilink yang diduga menggunakan obat-obatan terlarang saat hendak menerbangkan pesawat di Bandara Soekarno-Hatta Jakarta pada beberapa waktu lalu. [Tribunnews]

Related posts