BANDA ACEH (Waspada) – Komisioner KIP Aceh, Hendra Fauzi meminta agar penyandang disabiltas tidak golput dalam pilkada yang akan berlangsung 15 Februari mendatang. Hal itu dikatakannya saat menggelar sosialisasi di Sekolah Luar Biasa (SLB) yayasan Bukesra Banda Aceh, Sabtu (4/1). Dihadapan para siswa SLB, Hendra mengatakan bahwa semua orang berhak memilih calon kepala daerahnya. Tidak ada perbedaan buat orang penyandang disabilitas dan orang normal semua punya hak dalam memilih pemimpin. “Pilkada itu milik semua. bukan hanya milik orang normal saja. Tapi juga bisa dirasakan oleh penyandang disabilitas. Kami akan berikan akses mudah bagi mereka. Bila mereka datang ke TPS, maka petugas bisa langsung membantu,
Panitia menunjukkan surat suara dengan huruf braille yang khusus digunakan bagi penyandang tuna netra, saat sosialisasi bagi pemilih pemula di SLB yayasan Bukesra Banda Aceh, Sabtu (4/1). (Kanal Aceh/Randi)
--Ads--
loading...

Banda Aceh (KANALACEH.COM) – Komisioner KIP Aceh, Hendra Fauzi meminta agar penyandang disabiltas tidak golput dalam pilkada yang akan berlangsung 15 Februari mendatang.

Hal itu dikatakannya saat menggelar sosialisasi di Sekolah Luar Biasa (SLB) yayasan Bukesra Banda Aceh, Sabtu (4/1).

Dihadapan para siswa SLB, Hendra mengatakan bahwa semua orang berhak memilih calon kepala daerahnya. Tidak ada perbedaan buat orang penyandang disabilitas dan orang normal semua punya hak dalam memilih pemimpin.

Ads

“Pilkada itu milik semua. bukan hanya milik orang normal saja. Tapi juga bisa dirasakan oleh orang cacat. Kami akan berikan akses mudah bagi mereka. Bila mereka datang ke TPS, maka petugas bisa langsung membantu,” kata Komisioner KIP Aceh, Hendra fauzi.

Khusus untuk penyandang tuna netra, KIP juga menyediakan surat suara dengan huruf braille. Untuk surat suara, tidak ada perbedaan buat orang cacat. Namun ada perbedaan cetak surat suara buat mereka yang tidak bisa melihat atau buta. Surat suara akan dibuat dengan huruf braille.

Tambahnya, keikutsertaan para penyandang disabilitas, juga dimaksudkan untuk mengurangi angka golput yang mungkin terjadi. Setiap suara itu berarti. Jadi banyak harapan yang lebih baik bagi siapa saja untuk memilih.

“Meskipun mereka cacat. Jadi, no golput. Dengan adanya sosialisasi, para penyandang disabilitas diharapkan berkenan menggunakan hak suaranya dalam Pilkada mendatang,” ujarnya.

Sementara itu, salah seorang alumni yayasan Bukesra, Muhajir yang juga penyandang tuna wicara, mengaku senang dengan adanya sosialisasi itu. Menurutnya, dengan adanya sosialisasi tersebut penyandang disabilitas yang ada di Aceh dipercaya untuk ikut sebagai peserta dalam Pilkada.

“Senang sekali karena kami telah mendapatkan ilmu bagaimana saat pemilihan nanti dan kami juga senang karena penyandang disabilitas dipercayai untuk bisa ikut memilih.” Katanya.

Ia berharap Pilkada Aceh 15 Februari mendatang dapat berjalan dengan damai dan bisa memilih pemimpin yang baik untuk Aceh.

KIP Aceh dalam kegiatan sosialisasi bagi penyandang disabilitas itu juga bekerjasama dengan Komunitas Peduli Pemilu dan Demokrasi. [Randi]