Siapa penghubung pertemuan Jokowi dengan SBY?

Siapa penghubung pertemuan Jokowi dengan SBY?
Presiden Joko Widodo (kiri) menerima kunjungan Ketua Umum DPP Partai Demokrat yang juga Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono di Istana Merdeka, Kamis (9/3). (Antara/Setpres/Cahyo Bruri Sasmito)
--Ads--
loading...

Jakarta (KANALACEH.COM) – Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono akhirnya memenuhi hasratnya bertemu Presiden Joko Widodo di Istana Merdeka. Sekjen Partai Demokrat Hinca Pandjaitan dan Mensesneg Pratikno menjadi ‘perantara’ pertemuan Jokowi dan SBY.

Juru bicara Presiden Jokowi, Johan Budi mengungkapkan, pertemuan itu merupakan permintaan SBY yang disampaikan melalui Hinca.

Lantas, lanjut dia, Hinca menghubungi Menteri Sekretaris Negara Pratikno buat mengatur waktu pertemuan tersebut. “Sekjen Partai Demokrat menghubungi Mensesneg dan menyampaikan permohonan pak SBY untuk bisa bertemu pak Jokowi,” kata Johan, Kamis (9/3).

Ads

Atas permintaan itu, Jokowi akhirnya menerima kedatangan SBY di Istana Merdeka. Obrolan tertutup hingga senda gurau menghiasi pertemuan keduanya.

Dalam kesempatan berbeda, Pratikno membenarkan adanya permintaan itu melalui Hinca. Permintaan itu disampaikan saat Pratikno tengah mengurusi kehadiran Jokowi di KTT IORA.

“Pak Hinca menghubungi saya menyampaikan, pak SBY ingin bersilaturahmi dengan Presiden,” kata Pratikno di Kompleks Istana Kepresidenan.

SBY memang sempat mengutarakan keinginannya untuk bertemu Presiden Jokowi. Namun, pertemuan tak kunjung terjadi.

Ketum Partai Demokrat itu sempat menyebut ada pihak yang tak menghendaki dirinya bertemu Jokowi. Namun, pihak Istana telah membantah hal itu.

Blakblakan

SBY mengaku ingin berbicara blakblakan soal sejumlah tuduhan yang dialamatkan kepadanya. Hal ini disampaikan dalam jumpa pers di kantor DPP Partai Demokrat, Jakarta, Rabu 1 Februari 2017.

Kala itu, SBY mengaku dituduh mendanai aksi damai 411, menginisiasi gerakan makar, hingga rencana pengeboman Istana Merdeka.

SBY bilang itu semua fitnah. Dia merasa pemerintah pun telah mendapatkan informasi yang keliru tentangnya.

Karena itu, SBY mengaku senang bisa bertemu dengan Jokowi di Istana Merdeka. Ia menyebut pertemuan ini menjadi ajang mengklarifikasi informasi yang kurang baik terhadap dirinya.

“Tadi suasananya baik sekali karena dapat dijadikan sebagai ajang tabayun. Seperti yang saya duga, beliau tetap percaya seorang SBY juga ingin berbuat yang terbaik untuk negara ini, untuk pemerintahan beliau,” kata SBY saat memberikan keterangan pers bersama Jokowi di beranda Istana Merdeka, Jakarta Pusat, Kamis (9/3).

SBY mengatakan, komitmen Jokowi juga sama dengan para mantan presiden lain, termasuk dirinya, yakni ingin membangun negara menjadi lebih baik.

“Sedikit memang karena jarang bertemu atau sudah lama tidak bertemu. Mungkin saja ada informasi-informasi yang tidak sepatutnya didengar baik oleh beliau atau saya sendiri,” ujar dia.

Sementara itu, Jokowi enggan membuka blakblakan apa yang dimaksud SBY kala itu. “Masa blakblakan. Diblakblakan ke kamu,” ucap Jokowi dalam kesempatan yang sama.

Menurut dia, pertemuan dengan SBY lebih banyak membahas soal masalah kebangsaan dan permasalahan lain. Isu politik dan ekonomi nasional menjadi topik pembahasan keduanya. “Namanya diskusi kan banyak hal dan hal-hal yang lain-lainnya,” kata dia. [Metrotvnews]