Tingkatkan Profesionalisme anggota, Basarnas gelar simulasi di Pelabuhan Malahayati
simulasi SAR di pelabuhan Malahayati, Krung Raya, Aceh Besar, Rabu (22/3). (ist)
--Ads--
loading...

Banda Aceh (KANALACEH.COM) – Kepala Basarnas Marsekal Muda TNI Muhammad Syaugi, mengatakan simulasi SAR di pelabuhan Malahayati, Krung Raya, Aceh Besar, Rabu (22/3) untuk meningkatkan profesionalisme dalam upaya dalam pencarian dan pertolongan saat terjadi bencana.

Simulasi tersebut, kata dia, bukan hanya anggota Basarnas saja tetapi melibatkan Institusi lain yang ada di Aceh. “Kita dibantu oleh angkatan laut, Polri , KPLP dan kapal-kapal lain yang memang mempunyai kemampuan untuk pencaharian dan pertolongan,” Katanya usai simulasi.

Dikatakannya, simulasi tersebut merupakan latihan bersama atau terpadu, sehingga jika ada bencana bisa ditangani secara bersama.

Ads

Namun, ia mengaku Basarnas saat ini mempunyai sedikit kendala yaitu peningkatan pada personil SAR. Kata dia, Aparatur Sipil Negara masih di moratorium tidak ada pengadaan anggaran sampai 2019.

“Kita memerlukan personil itu ditambah. Karena peralatan sudah cukup memadai dan canggih sehingga perlu orang-orang yang professional dan cukup. Saya rasa cuma itu kendala kita,” ujarnya. Tambahnya, kendala itu bisa dimanfaatkan pihaknya untuk bisa mengatasi problem tersebut.

Sebelumnya, Basarnas menggelar simulasi yang mengusung tema “Dengan Latihan Gabungan Kita Tingkatkan Seinergitas antar Unsur SAR serta Peningkatan Kesadaran Tentang Keselamatan Pada Masyarakat Aceh” itu  turut menggunakan Helikopter Basarnas BO 105, Kapal KN SAR Kresna, Kapal KAL Lanal Sabang, Kapal Pol Airud Polda Aceh, Kapal KPLP, Sea Rider, Rubberboat, dan Mobil Ambulance.

Dalam simulasi itu, Helikopter Bolcow HR 5122 milik Bada SAR Nasional bergerak menuju area pencaharian guna memastikan keberadaan korban. Rescua boat KN  SAR Kresna 232, Kal Simeulue, Kapal Polair dan kapal patroli KPLP 484 bergerak menuju area pencaharian guna melakukan searching terhadap korban.

Setelah melakukan searching, helicopter berhasil mendeteksi keberadaan korban dan langsung melaporkan ke posko SAR serta menurunkan personil rescue dengan cara water jump melakukan pertolongan terhadap korban dengan teknik water rescue dan mentransfer seluruh korban ke sea rider.

Seluruh kapal yang berada di search area melaksanakan evakuasi terhadap korban yang berhasil ditemukan. Selanjutnya, setelah semua korban berhasil dievakuasi tim medis serta perawat ke Rumah Sakit.

Adegan simulasi tersebut dapat perhatian dari warga sekitar, terutama anak-anak. [Randi]