Hingga hari ini, pesawat militer AS masih bertahan di Bandara SIM

Hingga hari ini, pesawat militer AS masih bertahan di Bandara SIM
Pesawat militer AS yang masih bertahan di Bandara Sultan Iskandar Muda, Aceh Besar. (Kanal Aceh/Aidil)
--Ads--
loading...

Banda Aceh (KANALACEH.COM) – Memasuki hari ke-12, hingga Selasa (4/4) ini usai mendarat darurat di Bandara Internasional Sultan Iskandar Muda (SIM), Aceh Besar, pesawat militer Amerika Serikat (AS) masih bertahan di area parkir. Hingga kini teknisi dari AS belum juga tiba di Aceh.

Pesawat Boeing 707 milik militer AS itu mendarat darurat akibat mengalami kerusakan di empat mesinnya pada 24 Maret 2017 lalu. Pesawat terpaksa landing siang hari di Bandara SIM. Padahal, tujuan penerbangan ialah menuju pangkalan militer di Kadena, Jepang.

Kedatangan tim teknisi AS sebelumnya telah ditentukan beberapa hari lalu. Namun, jadwal kedatangan terus berubah hingga hari ini.

Ads

Komandan Landasan Udara SIM Kolonel Pnb Suliono mengatakan, beberapa kali jadwal kedatangan pesawat bantuan tersebut ke Bandara SIM batal.

Ia menyebut ada kendala teknis yang dialami militer AS sehingga terus membatalkan penerbangan.

“Pesawat yang membawa spare dan teknisi ada gangguan teknis di Jepang,” jelas Kolonel Suliono di Banda Aceh, Selasa (4/4).

Sementara itu, sebanyak 10 anggota militer AS masih bertahan di sana untuk melakukan penjagaan pesawat.

Pekan lalu, 14 dari 20 Angkatan Udara AS dibawa pulang ke Diego Garcia, pangkalan militer AS di Samudera Hindia. Setelah itu, tim lain mengirim empat personel bantuan untuk pengamanan pesawat. [Okezone]