Puluhan tahun, 48 Hektare tambak di Pijay dibiarkan terlantar
Ilustrasi. (rri)
--Ads--
loading...

Pijay (KANALACEH.COM) – Sebanyak 48 hektar lebih tambak milik masyarakat di Desa Paru Keude, Kecamatan Bandar Baru (Lungputu) Kabupaten Pidie Jaya, hingga puluhan tahun di biarkan telantar tanpa adanya rehap oleh Pemkab setempat.

“Tambak-tambak yang sudah telantar sekitar 48 hektar tidak pernah di bantu,  telantar tambak ini dari sebelum tsunami hingga pasca gempa menguncang Pijay kemarin,” kata Geuchik Paru Keude, M. Yasin,  Selasa (04/04).

ia berharap kepada pemerintah setempat supaya tambak milik masyarakatnya di rehab untuk bisa di fungsikan kembali.

Ads

“masalah ekonomi rakyat saya saat ini sangat-sangat terjepit apalagi di Desa Paru Keude tidak adanya persawahan, dari pemerintah gampong dan masyarakat sangat mengharapkan supaya tambak di rehap kembali, “jelasnya.

Sementara Ketua DPRK Pidie Jaya, Armia Harun, menyebutkan bahwa dirinya akan terus berjuang untuk mendapatkan dana rehap tambak tersebut.

“kita terus berjuang dalam hak itu, kalau uang daerah kita tidak cukup di karenakan satu hektar mencapai Rp 40 juta dalam perbaikan, jadi yang ada solusi tambak itu akan kita hidupkan sedikit-sedikit, tahun 2018 sudah kita plot dana Rp 1 Milyar untuk jembatan penghubung desa dengan tambak, ” ujarnya. [Rajali Samidan]