Praktik overbooking, cara maskapai bisa jual tiket murah

Praktik overbooking, cara maskapai bisa jual tiket murah
Ilustrasi penerbangan. (Reuters)
--Ads--
loading...

Jakarta (KANALACEH.COM) – Maskapai United Continental memicu kemarahan di media sosial setelah adanya video yang menunjukkan seorang penumpang secara paksa dihapus dari penerbangan padat. Penumpang tersebut, tidak dapat terbang lantaran membeli tiket overbooking.

Overbooking adalah praktek yang umum dalam industri penerbangan dan praktek tersebut legal, sebagai bagian dari bisnis mereka. Sebuah maskapai dapat menjual lebih banyak tiket, dengan asumsi bahwa akan ada penumpang yang “gagal terbang”, baik karena mereka terlambat, penerbangan mereka sebelumnya ditunda atau mereka memiliki perubahan rencana perjalanan.

Alasan komersial di balik ini adalah para maskapai tetap mencoba dan memastikan bahwa mereka harus mengiri kursi pesawat mereka sebanyak mungkin. Dalam dokumen yang dikeluarkan Uni Eropa, statistik seorang penumpang check in tepat waktu adalah 1 berbanding 10.000.

Ads

Menurut seorang ahli penerbangan John Strickland, overbooking merupakan kebutuhan bagi maskapai karena tingkat penumpang yang gagal hadir berbeda dalam setiap rute. “Ini biasanya proses yang sangat rumit berdasarkan analisis statistik yang luas,” kata Mr Strickland seperti dilansir dari Financial Times.

Jika overbooking terjadi, maka maskapai harus menawarkan beberapa bentuk kompensasi bagi penumpang. Biasanya mereka akan menawarkan voucher perjalanan yang dapat digunakan kemudian, tetapi penumpang kebanyakan akan memilih uang tunai ketimbang voucher perjalanan.

“Airlines juga harus memastikan bahwa penumpang yang diambil dari sebuah penerbangan overbooked mencapai tujuan mereka pada waktu yang tepat setelah itu,” kata sebuah konsultan penerbangan OAG John Grant dari.

Dalam hukum AS, kompensasi bagi penumpang bisa mencapai USD1.350. Menurut Departemen Perhubungan, maskapai memiliki hak untuk menolak untuk menerbangkan sesorang dengan alasan overbook, meski demikian maskapai tersebut harus memberikan kompensasi kepada pelanggan.

Di Uni Eropa, aturan yang sama berlaku. Namun, pertama maskapai tersebut harus menanyakan apakah penumpangnya bersedia untuk memberikan kursi mereka dengan kompensasi. Jika tidak ada sukarelawan, maskapai wajib memberikan kompensasi finansial berupa penginapan tanpa membantah kehendak penumpang.

Jumlah kompensasi tergantung pada jarak dan dapat berkisar dari minimal 250 euro untuk penerbangan jarak pendek, hingga 600 euro untuk perjalanan jarak jauh.

Adanya praktek overbooking, memberikan dampak pada murahnya harga tiket, karena maskapai dapat menjamin bahwa pesawat akan terisi penuh. Pakar penerbangan mengatakan, jika overbooking menjadi ilegal, maka harga tiket sudah pasti akan mahal. [Okezone]