Banda Aceh (KANALACEH.COM) – Setelah menandatangani kerja sama antara Pemerintah Aceh dan PT. Pertamina Geothermal Energy (PGE), proyek pembangkit listrik tenaga panas bumi (geotermal) Seulawah Agam yang diberi nama PT. Geothermal Energy Seulawah (GES) di Aceh Besar akan dikerjakan tahap awal mulai September 2017 mendatang.

Dirut PT. PGE, Irfan Zainuddin mengatakan, pihaknya akan melakukan survei lokasi terlebih dahulu, untuk mencari titik kordinat, kemudian dievaluasi sebelum melakukan pengeboran.

Baca: Pemerintah Aceh teken kerjasama pengelolaan panas Bumi Seulawah

AdsPHP Dev Cloud Hosting

“Kami akan melaksanakan survei awal di Bulan September nanti. Kemudian kami evaluasi, hasil evaluasi itu, kami lihat potensi mana yang nantinya akan dilakukan pengeboran, ” ujarnya kepada wartawan usai penandatanganan kerjasama dengan Pemerintah Aceh, di ruang kerja kantor Gubernur Aceh, Senin (31/7).

Proyek tersebut akan diawali dengan pembangunan infrastruktur dilokasi untuk mempermudah masuknya peralatan pe. Irfan Zainuddin memperkirakan proyek pembangunan tersebut akan selesai hingga lima tahun mendatang. Artinya, kata dia, proyek geothermal tersebut baru bisa menghasilkan energi listrik atau beroperasi.

Menurutnya, rentan waktu tersebut bisa lebih cepat asalkan masyarakat mendukung penuh pembangunan itu. Pengalaman yang sudah pernah dilakukan, butuh waktu 5 sampai dengan 6 tahun penyelesaiannya.

“Seperti permintaan Bapak Gubernur, kita akan upayakan asalkan persoalan-persoalan teknis seperti pembebasan lahan tidak terkendala,” ujarnya.

Permintaan agar geothermal di Seulawah Agam bisa selesai dalam jangka paling cepat 4 tahun bukan tidak ada pertimbangan. Menurut Gubernur Aceh, Irwandi Yusuf, bisa saja ini dilakukan dengan cara bila satu sumur geothermal memiliki panas bumi langsung dipasang turbinnya setelah selesai digali.

“Saya minta 3,5 tahun sudah selesai, paling lama 4 tahun lah sudah bisa dioperasikan,” ujar Irwandi. [Randi] 

Ads