Makfirah, penderita cacat fisik dan gizi buruk sudah dapat bantuan dari PKK Pidie

Makfirah, penderita cacat fisik dan gizi buruk sudah dapat bantuan
(Ist)
--Ads--
loading...

Sigli (KANALACEH.COM) – Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Pidie, Syarifah Ahmad mendatangi kediaman Suci Makfirah (12) yang merupakan penderita cacat fisik dan gizi buruk di Desa Jurong Mesjid, Kecamatan Kembang Tanjong, Sabtu (12/8).

Suci Makfirah merupakan anak ketiga dari tiga bersaudara dari pasangan Marzuki Hasan (46) dan Nurhayati Ahmad.

Setelah melewati lorong sempit terlihat sebuah rumah gubuk. Bilik warnanya hitam dan keabu-abuan itu sudah mulai lapuk dimakan usia dan berlubang, sebagiannya dindingnya dari triplek yang sudah mulai terkupas tersebut menjadi batas antara luar dengan dalam rumah.

Ads

Kedatangan rombongan Istri Bupati Pidie ini bersama sejumlah pengurus LSM Jaringan Aspirasi Rakyat Aceh untuk memberikan bantuan kursi roda dan sejumlah asupan gizi untuk Makfirah dan kursi roda yang sangat diinginkan anak tersebut.

Dalam kesempatan tersebut, Nurhayati orangtua dari Makfirah mengucapkan terimakasih atas bantuan yang diberikan Syarifah Ahmad.

“Semoga segala kebaikan ibu dibalas oleh Allah dan segala maksud dan tujuan ibu bisa tercapai. Kami sangat terbantu sekali,” ungkapnya. Nurhayati mengaku, penyakit yang diderita anaknya itu sudah lama, anaknya itu cacat sejak umur setahun setelah lahir.

Sementara itu Marzuki Hasan, ayah Makfirah sehari-hari bekerja sebagai buruh tani di sawah. “Itupun kalau ada yang mengajaknya bekerja,” ujar Nurhayati.

Secara terpisah Marzuki Hasan mengeluh bahwa saat ini dirinya beserta keluarga masih menempati rumah yang tidak layak huni, hingga sekarang tidak tersentuh program pembangunan rumah layak huni dari pemerintah setempat.

Padahal, kata Marzuki ia sudah pernah beberapa kali mengajukan permohonan kepada pemerintah setempat melalui dinas terkait, tapi sampai saat ini belum menerima realisasinya.

“Ya selama ini rumah saya sering difoto dan didata dan saya sendiri sudah beberapa kali mengajukan proposalnya. Akan tetapi dari tahun ke tahun tidak ada realisasinya. Bahkan sampai sekarang ini saya tidak menerima bantuan apa pun dari pemerintah daerah,” perihal tersebut dibenarkan oleh tokoh pemuda desa stempat.

Kini saat musim penghujan, rumah milik Marzuki pun sudah mulai bocor. Seraya berharap, pemerintah daerah bisa membantu seperti yang diterima oleh masyarakat lain pada umumnya. [Aidil/rel]