Bisnis penerbangan murah di Indonesia makin meriah

Bisnis penerbangan murah di Indonesia makin meriah
Salah satu pesawat terbang milik maskapai VietJet Air. (Wikipedia)
--Ads--
loading...

Jakarta (KANALACEH.COM) – Bisnis penerbangan murah atau low cost carrier (LCC) di Indonesia semakin ramai dengan kehadiran pendatang baru, VietJet Air. Maskapai asal Vietnam ini akan membuka rute yang menghubungkan Jakarta dan Ho Chi Minh City.

VietJet Air tertarik ekspansi ke Indonesia karena potensi pasar yang terbilang besar. Di samping neraca perdagangan kedua negara ini terus meningkat.

“Terhitung sampai April tahun ini, Indonesia berada pada posisi kelima di Asean dan posisi ke-30 dari 105 negara yang berinvestasi ke Vietnam,” kata Nguyen Thanh Hung, Wakil Presiden Direktur VietJet Air, Selasa (22/8).

Ads

Sementara itu, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menyebutkan, perizinan VietJet Air dalam proses finalisasi dan membutuhkan waktu satu sampai dua bulan.

“Saya melihat VietJet adalah maskapai yang diterima di negara lain. Mestinya kita juga memberi ruang bagi mereka,” ujarnya.

Menurut Budi, industri penerbangan nasional terus berkembang. Setiap tahun, rata-rata pertumbuhan penumpang sekitar 9 persen, dan tumbuh 5 persen dari sisi jumlah pesawat.

“Ini menggembirakan dan pencapaian efisiensi yang baik untuk dunia aviasi,” sebutnya.

Kehadiran Vietjet Air mau tak mau menuntut pemain lokal terus meningkatkan jasa pelayanan penerbangan.

Itu sebabnya, Citilink, anak usaha Garuda Indonesia, semakin agresif dengan membuka rute baru, menambah pesawat, dan menawarkan promo menarik sebagai strategi untuk memenangkan persaingan.

Vice President Corporate Communications Citilink Benny Siga Butarbutar menyebutkan, pada Agustus ini, Citilink sudah membuka empat rute baru di Indonesia Timur, yaitu Jayapura, Kendari, Gorontalo, dan Ambon. Selain itu, Citilink membuka satu rute regional ke Dili. “Hingga akhir tahun 2017, Citilink menargetkan 13 juta penumpang,” ungkapnya.

Per semester I-2017, Citilink telah mengangkut 5,6 juta penumpang. Maskapai domestik ini melayani 62 rute penerbangan ke-31 kota destinasi di Indonesia dan regional. Dalam sehari, Citilink melayani 250 penerbangan.

Benny menambahkan, pembukaan rute baru diikuti dengan pengadaan armada pesawat. “Oktober nanti akan datang satu unit Airbus A320 NEO, sehingga sampai akhir tahun total pesawat Citilink menjadi 50 unit,” imbuhnya.

Sementara itu, maskapai NAM Air yang berencana membuka rute ayar ke wilayah Nusa Tenggara, yaitu ke Tambulaka dan Bima pada 15 September 2017. Sebelumnya, pada 20 Agustus lalu, NAM Air menambah frekuensi penerbangan Jakarta-Banyuwangi sebanyak dua kali. “Banyak yang berminat ke sana, sehingga kami memberikan alternatif,” klaim Agus Soedjono, Senior Manager Sriwijaya Air.

Direktur Utama Lion Air Edward Sirait lebih menyoroti kebijakan tarif batas bawah yang menjadi isu krusial di bisnis penerbangan LCC.

Tarif batas bawah dinilai menyulitkan padahal maskapai membutuhkan kelonggaran untuk berinovasi supaya bisa mengimbangi permintaan yang tinggi.

“Tarif batas bawah tak perlu diatur agar inovasi di marketing bisa jalan. Kalau ditutup, ruang inovasi semakin sempit,” keluhnya. Meski begitu, Edward berjanji, Lion Air tetap mengedepankan keselamatan penumpang, selain efisiensi dalam operasional. [Kompas.com]