Arief, bocah penderita kanker hati asal Bireuen butuh bantuan

Arief, bocah penderita kanker hati asal Bireuen butuh bantuan
Muhammad Arief Billah (5) bocah penderita kanker hati (Hepatoblastoma) anak dari pasangan Sakdiah (30) dan Ahmadallah (35) warga kurang mampu Desa Laksamana, Kecamatan Jeumpa, Kabupaten Bireuen. (Kompas.com)
--Ads--
loading...

Bireuen (KANALACEH.COM) – Muhammad Arief Billah (5) bocah penderita kanker hati (Hepatoblastoma) anak dari pasangan Sakdiah (30) dan Ahmadallah (35) membutuhkan uluran tangan.

Ibunda Arief, Sakdiah yang merupakan warga asal Desa Laksamana, Kecamatan Jeumpa, Kabupaten Bireuen, itu berharap ada pihak yang mau membantu biaya pengobatan penyakit langka yang diderita anaknya sejak setahun lalu.

“Anak saya mulai gejala sakit sejak usia 4 tahun. Sejak itu, kami telah membawanya berobat kemana-mana, baik ke rumah sakit maupun pengobatan tradisional, tapi tak kunjung membaik,” kata Sakdiah, Minggu (12/11).

Ads

Sakdiah mengaku dirinya bersama suami sudah tidak sanggup lagi membawa anak semata wayang mereka berobat ke rumah sakit. Sakdiah terkendala biaya, karena suaminya hanya bekerja sebagai tukang pembuat perahu yang penghasilannya tak menentu.

“Dulu waktu ada uang, kami sudah usaha bawa berobat kemana-mana. Tapi beberapa bulan terakhir ini kami tidak ada lagi biaya untuk bawa anak ke rumah sakit,” katanya.

Sebelumnya, kata Sakdiah, Arief sempat menjalani perawatan kemo di Rumah Sakit Umum Zainal Abidin (RSUZA) Banda Aceh sekitar satu bulan. Namun kondisi anaknya tak kunjung membaik.

Pasalnya, lanjut dia, dokter yang menangani anaknya menyebut penyakit kanker hati hanya dapat ditangani di rumah sakit di Jakarta.

“Tapi dari rumah sakit dan pemerintah belum ada bantuan biaya untuk dirujuk berobat ke Jakarta. Karena butuh biaya Rp 1 miliar lebih sesuai hitungan dokter RSUZA,” katanya.

Sakdiah berharap ada pihak yang mau membantu biaya pengobatan penyakit langka yang diderita anak semata wayangnya itu. Sebab, semakin hari kondisi kesehatan anaknya semakin memburuk.

“Kemarin sempat keluar darah dari hidung, perutnya terus besar, kaki membengkak tidak bisa jalan lagi, mata tambah kuning, dan rambutnya sudah rontok. Harapan saya ada pihak yang mau membantu biaya pengobatan anak saya untuk di bawa ke Jakarta,” kata Sakdiah. [Kompas.com]