Kunjungi dayah di Aceh Besar, TGB: Santri bisa jadi orang penting

Kunjungi dayah di Aceh Besar, TGB: Santri bisa jadi orang penting
Gubernur NTB TGH Muhammad Zainul Majdi atau Tuan Guru Bajang (TGB) menyampaikan tausiah di Pondok Pesantren Madrasah Ulumul Quran di Dusun Pagar Air, Kecamatan Ingin Jaya, Kabupaten Aceh Besar, Provinsi Aceh pada Sabtu (3/4) kemarin. (Humas Pemprov NTB)
--Ads--
loading...

Jantho (KANALACEH.COM) – Gubernur NTB, TGH Muhammad Zainul Majdi atau Tuan Guru Bajang (TGB) memenuhi undangan Pondok Pesantren Madrasah Ulumul Quran di Dusun Pagar Air, Kecamatan Ingin Jaya, Kabupaten Aceh Besar, Provinsi Aceh pada Sabtu (3/4) kemarin.

Kehadiran TGB mendapatkan sambutan meriah. Memasuki area pesantren, sudah terlihat karangan bunga penyambutan yang berjejer di sepanjang jalan.

Begitu TGB turun dari kendaraan, langsung disambut santri dan santriwati beserta pengurus dengan pengalungan bunga sebelum memasuki ruangan.

Ads

Di setiap bertemu dengan para santri, TGB selalu menggelorakan semangat belajar dan optimistis untuk menjalani kehidupan. Salah satunya adalah meyakinkan para santri bahwa mereka suatu saat akan menjadi orang penting di negeri ini.

Salah satu contoh konkritnya adalah saat Raja Salman berkunjung ke Indonesia beberapa waktu lalu. TGB menceritakan, saat Raja Salman berkunjung ke Indonesia saat itu, tidak mengerti bahasa Indonesia. Pun sebaliknya, Presiden Jokowi tidak mengerti bahasa Arab.

Namun, lanjut TGB, kendala bahasa itu tidak menjadi halangan karena salah satu Alumni Al-Azhar, Dr. Muchlis Hanafi menjembatani komunikasi kedua pemimpin dunia ini.

“Maknanya santri dapat menjadi orang penting karena dalam dayah (ponpes) digembleng dengan macam-macam bahasa di dunia di antaranya bahasa Arab. Untuk itu santri jangan berkecil hati dalam menuntut ilmu, teruslah belajar karena insya Allah membawa berkah,” ujar TGB saat memotivasi ratusan santri.

TGB mengingatkan pesan Imam Syafii agar tidak hanya tinggal di suatu daerah untuk belajar. Namun pergilah jauh dari negerimu untuk menuntut ilmu. “Jangan menjadi anak mak,” lanjut TGB sambil menirukan bahasa Aceh.

Menuntut ilmu, ucap TGB, terlebih ilmu agama secara sungguh-sungguh, maka Allah akan membukakan pintu-pintu kemudahan.

Usai memotivasi santri, TGB diminta membubuhkan tanda tangan dan pesan pada selembar kertas yang telah dipersiapkan sebagai tanda dan motivasi bagi para santri. [Republika.co.id]

Ads