PT Cemerlang Abadi di Abdya terancam ditutup oleh Kementerian

  • Whatsapp
Bupati Abdya, Akmal Ibrahim bersama tim BPN meninjau area HGU milik PT Cemerlang Abadi ( CA) di Kecamatan Babahrot, Rabu (14/3). (Kanal Aceh/Jimi Pratama)

Blangpidie (KANALACEH.COM) – PT Cemerlang Abadi (CA) yang sudah berumur puluhan tahun terancam ditutup dan tidak berikan izin. Pasalnya, di area Hak Guna Usaha (HGU) di Kecamatan Babahrot, Kabupaten Aceh Barat Daya milik perusahaan itu tidak terurus.

Hal itu diketahui setelah tim Badan Pertanahan Nasional (BPN) dari Kementerian Agraria dan Tata Ruang didampingi Bupati Abdya, Akmal Ibrahim, Rabu (14/3) meninjau lokasi HGU milik PT Cemerlang Abadi.

“Tim BPN turun ke lokasi, tapu tidak menemukan lahan sawit yang benar benar terurus, malah melihat hutan belantara, seperti tidak terurus,” jelas Bupati Akmal.

Pihaknya, sambung Akmal, menilai bahwa PT CA tidak benar-benar serius mengelola lahan tersebut. Hal ini dibuktikan dengan jelas adanya lahan tanpa diurus puluhan tahun lamanya, hingga tumbuh sejumlah pohon-pohon besar dan semak belukar diantara pohon sawit yang sudah meninggi.

Baca: Warga Babahrot hadang tim BPN dan Bupati Abdya

Diketahui, tinjauan ini dilakukan tim BPN berkaitan dengan pengajuan perpanjangan izin HGU PT CA yang telah berakhir 30 Desember 2017 lalu. Sejumlah titik di lahan seluas 7.516 hektare milik negara yang diizin pakaikan kepada PT CA itu diverikasi apakah sesuai prosedur.

Sementara perwakilan BPN, Timor mengatakan, akan menyampaikan hasil tinjauan itu kepada Kementerian sesuai dengan hasil tinjauan dan memastikan tidak ada yang disembuyikan.

“Kalian memohon, kami menyampaikan ke pusat. Diizinkan atau tidak, itu pusat yang memutuskan saya hanya meninjau,” sebut Timor.

Usai melakukan tinjauan, Bupati Akmal meminta pihak PT CA menyiapkan segala dokumen dan berkas yang diperlukan sesuai fakta hasil tinjauan, beserta rincian dan titik koordinatnya untuk disampaikan kepada Kementerian.

“Semua titik yang telah kita tinjau disiapkan. Masukkan seluruh dokumen yang diperlukan beserta titik koordinatnya untuk diserahkan ke pusat. Juga hasil kamera drone,” pinta Akmal. [Jimi Pratama]

Related posts