Pelajar di Aceh Utara temukan nisan zaman kerajaan Samudera Pasai

(ist)
--Ads--

Lhoksukon (KANALACEH.COM) – Hujan lebat yang sempat mengguyur Kecamatan Nibong pagi ini tidak membuat beberapa remaja ini surut, berbekal tekat dan kecintaan yang besar terhadap pendahulu negeri ini membuat segalanya terasa mudah.

PELISA (Pelajar Peduli Sejarah Aceh) merupakan komunitas remaja dibawah bimbingan Al-Muzalir. Mereka menemukan beberapa nisan peninggalan kerajaan samudera Pasai. Sekitar 3 pasang nisan zaman Samudra Pasai yang memuat inskripsi.

“Beberapa nisan pada bagian barat komplek pemakaman ini telah berhasil diangkat dari dalam tanah dan ditata kembali. Alhamdulillah tim kali ini menemukan kembali nisan berinskripsi ‘aksara Arab’, yang artinya menambah daftar nisan-nisan berinskripsi di komplek ini,” kata Ketua tim kordinator lapangan dari CISAH, Tgk, Shaleh Al-Ayubi saat dilokasi penemuan, di Kawasan Nibong, Aceh Utara, Minggu (1/4).

Ads

Sebagai pemimpin pada jalannya penataan situs bersejarah ini, ia juga mengucapkan terimakasih yang sebesar-besarnya kepada mukim datu Nibong Hamdani dan Tgk. Andi Saputra, Ketua KUA Nibong yang telah memberikan dukungan moril dan materil.

Ia berharap agar kedepannya banyak pelajar-pelajar yang ikut aktif dalam pelestarian warisan budaya di Aceh. Pemuda-pemuda dapat menjadi motor penggerak untuk membangkitkan semangat masyarakat untuk sadar betapa pentingnya peninggalan sejarah.

“Aceh Utara sejatinya adalah kawasan padat tinggalan sejarah Islam, masih banyak Pekerjaan Rumah bagi kita yang mengaku para pewaris ‘Tanah Mulia’,” ujarnya

Ketua PELISA Bagus Irawan sebagai perwakilan pelajar Aceh juga berpesan agar pelajar lainnya dapat mengetahui makam-makam para indantu yang telah berjuang di masalalu dan memahami akan pentingnya kisah-kisah indantu.

“Sehingga pelajar tersebut bisa tahu akan asal usul Aceh maupun bangsa, budaya dan agamanya. Dari sejarah, kita bisa mengetahui dan memahami peristiwa penting di masa lalu yang sangat berpengaruh bagi kehidupan di masa sekarang,” sebutnya. [Rajali Samidan]

Ads