Cerita Icha milih jadi barista kopi di Banda Aceh

  • Whatsapp
Trisha Aydilla Monica, barista kopi di warung kopi Na Coffee Premium Banda Aceh. [VIVA/Dani Randi]

Banda Aceh (KANALACEH.COM) – Kota Banda Aceh, yang dijuluki sebagai kota seribu satu warung kopi menyimpan keunikan tersendiri. Tidak menjumpai warung kopi disetiap lorong adalah suatu yang mustahil di kota ini.

Ngopi, sebuah kalimat ajakan yang sakral jika ditolak, bagaimana tidak, hampir seluruh warung kopi selalu terisi, budaya minum kopi menjadi kebiasaan yang tak pernah lepas dari masyarakat Aceh.

Meski begitu banyaknya warung kopi, peracik kopi/barista dikalangan wanita menjadi hal yang langkah dan sulit ditemukan. Kebanyakan dari mereka lebih memilih menjadi kasir, dari pada harus berjibaku dengan biji kopi dan mesin penggilingnya.

Hal itu tak berlaku dengan Trisha Aydilla Monica (20) atau akrab disapa Icha. Ia lebih memilih menjadi peracik kopi ketimbang harus menunggu pelanggan di kasir.

Kelihaiannya memadu kopi membuat dirinya menjadi target lirikan dari kaum adam. Sesekali ia tersenyum jika pengunjung meliriknya. Matanya selalu ‘awas’ memperhatikan setiap pelanggan yang memasuki warung kopi NA Coffee, tempat dimana ia menjadi barista.

Icha baru setahun menjadi barista di warung kopi itu. Baginya menjadi peracik kopi sebuah hobi, yang berawal dari kesukaanya dalam menyeruput kopi.

“Selain hobi juga bisa menghasilkan pundi rupiah, tapi karena Icha emang suka minum kopi juga sih,”sebut Icha seperti di lansir laman VIVA.co.id, Minggu (15/4).

viva/Dani Randi

Menurut anak ketiga dari pasangan Budi Setiawan dan Andriani ini, sejak lulus Sekolah Menengah Atas, ia tidak melanjutkan sekolah dan langsung bekerja sebagai peracik kopi di beberapa coffee shop yang ada di Banda Aceh.

Hal itu berawal dari kesibukannya untuk nongkrong di sejumlah warung kopi di Banda Aceh bersama temannya. Kemudian diantara sahabatnya, ada yang menawarkan cara meracik kopi dengan metode manual breewing.

“Waktu pertama kali Icha coba kok rasanya asyik gitu, dan ini saya coba terus hingga sekarang, belajarnya mulai dari teknik menyeduh kopi dengan manual brew v 60 atau v sixty dan beberapa teknik racikan lainnya” ucapnya.

Bagi Icha, ada kesan tersendiri selama belajar meracik kopi. Apalagi  ia lebih menyukai menyeduh kopi menggunakan metode Manual Breewing. Meskipun, ia juga sering meracik dengan mesin espresso.

“Meramu kopi dengan cara manual brewing itu memberikan sensasi rasa minum kopi yang lebih nikmat jika dibandingkan dengan sajian kopi espresso dengan mesin,” sebutnya.

Selain bekerja, Icha juga sering bergabung dengan komunitas barista dan selalu mengikuti event yang terselegarakan di Aceh. Kegiatan itu diikutinya untuk mengasah kemampuannya dalam meracik kopi. []

Related posts